Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Presiden Federasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi (Ristadi) mengatakan, pihaknya sepakat kendala pemberian izin investasi di Indonesia harus dihilangkan.

Menurut Ristandi, partainya sama sekali tidak anti investasi. — “Secara umum, kami sama sekali tidak anti-investasi. Ristadi mengatakan dalam obrolan virtual yang diadakan di Jakarta, Senin (11/5/2020):) .

Baca: Menteri Perdagangan mendorong pasar tradisional Mengadopsi perjanjian kesehatan untuk membalikkan titik balik ekonomi

Baca: Berapa banyak PNS THR yang memiliki likuiditas yang baik tahun ini? Ini adalah tabel perbedaan dari gaji ke-13 — menurutnya, ketika seorang pengusaha kesulitan berinvestasi Ketika masalah terasa membebani, hal itu juga berdampak pada kesejahteraan pekerja.Oleh karena itu, saat ini kami terima., Penolakan total atas rekening-rekening UU Ketenagakerjaan dimaksudkan sebagai pintu gerbang perundingan.

Ristandi menambahkan, KSPN Siap berdialog dengan pemerintah dan DPR untuk menyelesaikan masalah ketenagakerjaan dalam pembahasan hukum yang komprehensif tentang RUU Ketenagakerjaan.

“” Kami sangat terbuka dan berharap bisa menyelesaikan dialog tersebut, terutama di pusat ketenagakerjaan ini. Dia stagnan, penting Kami menolak, tidak juga. Ristandi juga mensyaratkan bahwa pekerjaan yang diciptakan harus memberikan pekerja dengan keamanan upah dan perlindungan sosial tertentu. Pekerja yang telah ada di sana selama bertahun-tahun. Dia mengatakan bahwa negara memang memiliki kewajiban untuk menyediakan pekerjaan, tetapi tidak ada Berikan riwayat pekerjaan. Dia menambahkan, “Karena orang juga memiliki hak untuk hidup layak.

Artikel ini dipublikasikan di Kompas.com dengan judul “Union: Kami bukan anti investasi …”