TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – penutupan transaksi pasar spot menunjukkan bahwa rupee telah jatuh terhadap dolar AS. Dibandingkan dengan harga penutupan hari perdagangan terakhir sebesar 14.100 rupiah, telah turun 50 poin persentase, atau 0,35%.

Baca: Pemerintah harus mengantisipasi dinamika politik Amerika Serikat dan fluktuasi ekonomi gelombang Covid-19 kedua

Garuda Berjangka Ibrahim, direktur PT TRFX, mengumumkan bahwa kelemahan perisai ini disebabkan oleh dampak virus Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia. pengaruh.

– Saya berkata: “Pemerintah dan Bank Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi mereka pada kuartal kedua. Walaupun revisi berbeda, itu menunjukkan bahwa kepercayaan pemerintah telah melemah, sehingga pasar menjadi acuh tak acuh lagi.” – Secara eksternal, Bank Dunia , Dana Moneter Internasional dan OECD mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020, yang merupakan penghematan dengan perkembangan pandemi Covid-19. Pasar sedang kacau.

“Selama dua minggu ini, pasar telah berkonsentrasi pada peningkatan kasus pandemi coronavirus di banyak negara bagian AS, serta infeksi baru yang ditemukan di Beijing, Jerman dan Australia,” katanya.

Baca: OJK melaporkan bahwa 6,27 juta nasabah bank dapat mengendurkan kredit, berjumlah 655,8 triliun rupee-Namun, jumlah kasus di Beijing telah menurun karena pemerintah daerah telah membatasi aliran bank kepada orang-orang di ibukota Cina dan Langkah-langkah lain sedang diambil untuk mencegah penyebaran virus. -19 dapat meningkatkan persepsi pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi global, “tambahnya.

Judul artikel ini di Kompas.com adalah: Rupee jatuh terhadap dolar.