Laporan oleh reporter Tribunnews.com Reynas Abdila

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) anak perusahaan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) harga saham anjlok pada Senin (27 / Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) ) Setelah mengungkap kasus korupsi proyek fiktif, kasus itu diadakan pada pagi hari tanggal 7 Juli 2020.

Menurut data BEI dari WIB pada jam 09:15, harga WSBP yang sama telah direvisi sebesar 0,99% untuk mencapai harga 199 Rp / unit Nilai total transaksi adalah 20,37 juta saham, dan total nilai adalah Rp 4,07 miliar.

Meski begitu, persediaan telah mencapai level Rp 204 / unit. Saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) turun 3,52% , Untuk 685 rupee per saham.

Pada upacara pembukaan, harga saham WSKT menyentuh level harga Rp670 per unit .

Baca: KPK menahan 5 tersangka korupsi 14 Proyek Virtual Waskita Karya

Korupsi Komite Pemberantasan (KPK) menetapkan tiga tersangka baru untuk korupsi dalam proyek virtual perusahaan publik PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari 2009 hingga 2015.

Tiga tersangka, mantan kepala PT Jasa Marga Pejabat Eksekutif, Desi Arryani (DS), CEO perusahaan PT Waskita Beton Precast, Wakil Direktur Jarot Subana (JS) dan PT Waskita Karya Divisi II, Fakih Usman (FU) – Baca: Profil Jarot Subana, Direktur Jenderal Waskita Precast diterima oleh KPK pada sore hari. Presiden KP K. Firli Bahuri mengatakan: “Sebelumnya -” Setelah menemukan bukti awal yang cukup tentang dugaan korupsi, KPK melakukan penyelidikan, dan pada 13 Juli 2020, tiga orang digunakan sebagai Tersangka mengeluarkan status investigasi kasus tersebut. “Konferensi pers diadakan di Gedung Merah KPK di Jakarta pada Kamis (23 Juli 2020) .- Desi Aliani (PT.

Baca: inspeksi KPK Direktur keuangan dan sumber daya manusia PT Waskita Wado Energy, Jarot Subana, ditunjuk sebagai tersangka dan mengambil alih kendali sektor ketiga / sipil / sektor kedua PT Waskita Karya.