Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta-PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN masih menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) dalam kegiatannya untuk meningkatkan kesadaran akan penyebaran Covid-19.

Wakil presiden eksekutif komunikasi perusahaan dan CSR Agung Murdifi menjelaskan dalam rencana WFH bahwa PLN memastikan bahwa semua layanan berjalan dengan baik. Pertemuan online, menggunakan aplikasi manajemen surat perusahaan (AMS) untuk komunikasi, dan menyimpan dan mentransmisikan data kerja melalui sistem cloud, “kata Argonne dalam sebuah pernyataan, Senin (20/7/2020). Akses mudah untuk membebaskan pesanan elektronik PLN Juli 2020: Silakan kunjungi www.pln.co.id atau WhatsApp 08122123123

Argonne menjelaskan bahwa agen yang harus tetap di pusat kendali dan pemeliharaan daya harus terus bekerja untuk memastikan bahwa pelanggan tetap terjaga selama penerapan konsep WFH Pasokan listrik, karena ini hanya berlaku untuk kantor pusat PLN, sementara penjaga dan agen layanan lapangan terus beroperasi seperti biasa. Kita tahu bahwa pasokan listrik di rumah adalah permintaan vital, jelasnya. -PLN memastikan bahwa karyawan terlibat dalam berbagai hal penting. Pekerjaan seperti operator, agen ruang kontrol, dispatcher, layanan teknis, pemeliharaan, layanan pelanggan atau pusat kontak, staf medis, dll., Akan terus bekerja sesuai dengan peraturan kesehatan yang berlaku.

PLN juga melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan rutin, Dan menyediakan ruang pemeriksaan fisik, staf medis dan bahan tambahan.

Dengan kata lain, PLN menyediakan transportasi antar-jemput dari rumah ke rumah di tempat kerja untuk mencegah pejabat menyebarkan virus Covid-19.

PLN juga menambahkan satu Unit sistem kontrol digunakan sebagai cadangan (mirror) untuk memastikan catu daya tidak terputus kepada publik .- “PLN telah dipetakan, dan komponen yang perlu terus beroperasi sepenuhnya mungkin tidak dapat dimatikan atau 24 jam. Bagi mereka yang menggunakan protokol covid-19, kita perlu menarik perhatian. Komunitas, “tambah Agung.