JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perindustrian mengusulkan untuk memberikan langkah-langkah stimulus fiskal, non-fiskal dan moneter untuk membuat industri otomotif antusias tentang bisnis selama pandemi Covid-19. Kementerian Perindustrian (IMATAP) Kementerian Perindustrian Putu Ardika mengatakan pada Juli bahwa Kementerian Perindustrian menjamin penyediaan suku cadang yang aman. “Meskipun beberapa produsen mobil telah menghentikan produksi karena Covid-19, kami telah memastikan ketersediaan produk dan suku cadang mobil sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan luar negeri. “Ekspor,” kata Putu, secara resmi pada hari Rabu (8 April 2020) .

Baca: Untuk mencegah penyebaran korona, Kementerian Perhubungan telah merumuskan peraturan kontrol pengembalian tahun ini

Baca: Peta Distribusi Covid Jawa Timur 19 kasus di provinsi tersebut pada tanggal 8 April: 196 afirmatif, 1083 PDP, 11564 ODP

Secara rinci, bentuk stimulus fiskal adalah relaksasi pajak penghasilan selama enam bulan / Pasal 21, 22, dan 25, insentif / PPN Menurut Peraturan Menteri Keuangan No. 23/2020, pengembalian uang dapat dipercepat selama enam bulan, dan ada juga ketentuan untuk mengurangi tarif impor. Menteri Perindustrian juga menulis kepada Menteri Keuangan tentang item tarif yang diusulkan. Dalam lingkup Covid-19, volume kedua dimulai kembali untuk membebaskan bea impor.

“Sebagai bagian dari rencana, langkah-langkah stimulus nonfiskal adalah: menyederhanakan atau mengurangi impor dan ekspor bahan mentah, mempercepat proses impor dan ekspor pedagang ternama, dan menyederhanakan proses impor dan ekspor melalui NLE (National Logistics Ecosystem),” Kata Putu. Langkah stimulus moneter didasarkan pada Peraturan OJK Nomor 11 tahun 2020 yang menggunakan stimulus ekonomi nasional sebagai kebijakan countercyclical (Covid-19) untuk dampak penyakit virus corona 2019 dan melonggarkan rencana penjaminan BP Jamsostek. Paket stimulus ekonomi yang diusulkan untuk sektor industri termasuk industri mobil telah memasuki fase pertama dan kedua dari paket stimulus, dan kemungkinan menyediakan paket stimulus baru saat ini sedang dibahas lagi. Selain itu, terkait kebangkitan tahap kedua, Menteri Perindustrian mengusulkan agar industri otomotif dibebaskan dari bea masuk.

Berdasarkan surat Menteri Perindustrian, diusulkan adanya fasilitas pembebasan pajak impor untuk 593 pos tarif yang terbagi dalam 27 kategori industri.

Mengenai industri mobil, trailer dan semi-trailer, direkomendasikan untuk mengenakan 45 tarif impor dari April hingga September 2020, sebesar US $ 632,17. Juta dolar AS, potensi kerugiannya adalah Rp 924 miliar.