TRIBUNNEWS.COM-Jumat (17/4/2020) nilai tukar rupee terhadap dolar AS di pasar spot ditutup lebih tinggi dari Rp 15.465.

Menurut data Bloomberg, posisi naik sebesar 1,12. Dari Kamis kemarin (16/4/2020) harga penutupan naik 15%, yaitu, Rp15.640 / USD.

Pada saat yang sama, nilai tukar dasar dari nilai tukar spot antar bank di Jakarta (Jisdor) adalah Rp15.503 per dolar AS.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi apresiasi rupee hari ini.

Menurut Presiden BI Perry Warjiyo, apresiasi rupee dipengaruhi oleh aliran modal asing (capital inflows).

Kedua, tindakan yang diambil oleh Bank Sentral Dunia juga mempengaruhi kondisi pasar, seperti yang dilaporkan oleh Kompas.com.

Seperti yang kita semua tahu, rupee telah menjadi mata uang terkuat di Asia hari ini, dan kemudian rupee terapresiasi bersama dengan serangkaian mata uang Asia lainnya.

Dari yen Jepang, dari dolar AS ke Singapura, dari dolar Taiwan Baru, dari Amerika Selatan ke won Korea, ke baht Thailand.

Menurut laporan Kontan.co.id, banyak mata uang Asia lainnya telah terdepresiasi, terutama dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia, sedangkan peso Filipina telah menjadi mata uang terlemah dan terdepresiasi. Nilai tukar terhadap dolar AS adalah 0,24%.

Bagaimana dengan nilai tukar rupee bank-bank besar Indonesia?