Reporter Tribunnews melaporkan, Fitri Wulandari

Jakarta, Indonesia TRIBUNNEWS.COM-Direktur Utama Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Sebuahutra mengungkapkan perseroan saat ini sedang melakukan negosiasi harga sewa pesawat.

Karena itu akan mengevaluasi harga sewa pesawat. . Itu dilakukan oleh perusahaan dan lebih mahal dari harga pasar.

Selain itu, industri penerbangan, termasuk Garuda Indonesia, saat ini sedang dipengaruhi oleh pandemi coronavirus (Covid-19).

Irfan membuat pernyataan ini pada sidang Komite Bersama Dengar Pendapat Keenam (RDP). Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia meloloskan konferensi jarak jauh, Rabu (29 April, 2020). “Negara Covid-19 memungkinkan kita untuk menambah penyewaan pesawat ini. Kami menduga bahwa harga sewa kami terlalu tinggi,” kata Elvan pada kesempatan ini. Topeng-dia mengatakan bahwa maskapai penerbangan Dewan Merah saat ini Harga sewa adalah dua kali harga pasar.

“Kami memiliki 10 unit, jadi saya pada dasarnya harus membayar dua kali harga pasar. Amerika Serikat (AS) atau sekitar 25 miliar rupiah per bulan.

Padahal harga sewa pesawat semacam itu di pasaran seharusnya 800.000 dollar AS atau sekitar 12,4 miliar rupiah per bulan.

Baca : Kredit kurang dari Rp 500 juta pound, subsidi bunga 6 bulan hingga 6% -harga sewa bulanan perusahaan dua kali lipat harga sewa yang disepakati oleh maskapai lain. Ada juga utang US $ 500 juta, yang akan jatuh tempo pada Juni. – Oleh karena itu, menurutnya, Garuda Indonesia perlu mengendurkan bantuan keuangan bank untuk mengatasi pandemi.