Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Per kuartal pertama 2020, PT Pertamina EP (PEP) berhasil meraih untung US $ 169 juta.

Angka ini meningkat 167 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Karena itu, pendapatan Pertamina EP adalah 640 juta dolar AS, sedikit menurun. Padahal, pada kuartal pertama 2019, omset Pertamina EP mencapai US $ 693 juta.

Karena harga rata-rata minyak dan gas bumi menurun pada kuartal pertama tahun 2020, pendapatan Pertamina EP telah terkoreksi.

Harga minyak telah menurun dibandingkan dengan harga minyak rata-rata pada periode yang sama tahun 2006. Pada tahun 2019, masih lebih tinggi dari US $ 60 per barel.

Bacaan: BukuKas, kunci penting bagi pengusaha manajemen keuangan

Bacaan: Penjelasan KAI Daop 1 Jakarta tentang prosedur pembatalan tiket pesawat di stasiun- “Harga minyak rata-rata pada kuartal pertama tahun ini adalah US $ 50,66 per barel, Harga gas alam adalah US $ 6,01 per juta British thermal unit, “direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf menyatakan dalam pernyataan tertulis, Rabu (29/4/2020) —— Nanang menjelaskan dari perspektif operasional, Pertamina EP Kinerja produksi minyak dan gas alam dari Januari 2020 hingga Maret 2020 adalah 247.000 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Produksi minyak yang tercatat adalah 81.351 BOPD dan produksi gas alam adalah 957 MMSCFD.

Kontributor utama untuk produksi mie Banyak PEP berasal dari aset 5 PEP, mencapai 18.700 BOPD, merupakan 23% dari total produksi. Output harian PEP Asset 2 adalah 17.300 BOPD, yang menyumbang 21% dari total produksi minyak PEP-untuk gas alam, PEP Asset 2 tercatat sebagai kontributor terbesar, dengan produksi 371,6 MMSCFD, menyumbang 39% dari total produksi. Output PEP Asset 3 adalah 268,7 MMSCFD, yang merupakan 28% dari total output gas PEP.