Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas minyak cair (LPG) dalam keadaan aman selama wabah virus korona (covid-19). -Pertamina Fajriyah Usman, wakil presiden komunikasi perusahaan, mengatakan bahwa saat ini, elastisitas persediaan bahan bakar dan LPG untuk semua produk secara nasional rata-rata lebih dari 20 hari. Minyak hulu, gas alam, kilang, dan distribusi ke pasar masih beroperasi dengan baik. Dia mengatakan, oleh karena itu, pasokan dan distribusi bahan bakar dan gas minyak cair di seluruh negeri juga akan tetap stabil. Binloop Ultra 2020 digelar karena isu virus korona menghadapi wabah Covid 19, lanjut Fajriyah, Pertamina mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Mereka yang digolongkan mampu harus menggunakan BBM berkualitas tinggi dan LPG yang tidak disubsidi.

“” Kami ingin orang-orang tetap tenang dan membeli bahan bakar dan LPG sesuai dengan kebutuhan dan nama mereka. Yang pasti, semua pompa bensin, pangkalan dan agen LPG akan terus memberikan layanan terbaik untuk semua pelanggan Pertamina. .

Untuk mengendalikan risiko penularan Covid-19, Pertamina mematuhi pedoman pemerintah untuk mengurangi “kemungkinan terpapar virus.” – Berbagai upaya telah dilakukan, seperti memeriksa suhu tubuh virus. Karyawan dan tamu membersihkan dan menyemprotkan disinfektan di area kerja, menyediakan masker tangan dan disinfektan, serta memantau dan mendeteksi deteksi dini karyawan yang melakukan perjalanan ke negara berisiko tinggi lainnya. Setelah mengeluarkan pemberitahuan kepada semua pekerja untuk mengurangi kegiatan di luar kantor dan menunda keberangkatan mereka ke luar negeri, Pertamina juga menstandarisasi mekanisme dan manajemen alokasi pekerja sehingga seluruh proses bisnis perusahaan terus beroperasi secara normal. Menurut standar perusahaan, jenis pekerjaan tertentu yang harus dilanjutkan daripada dihentikan dan pekerjaan yang dapat dilakukan di rumah telah dipetakan.

“Pertamina sangat peduli dan tertarik untuk meminimalkan risiko yang terkait dengan potensi penyebaran Covid-19 di semua area di mana perusahaan beroperasi.”