Reporting Tribunnews.com reporter Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyajikan beberapa pendapat wajar tanpa pengecualian (WTP) dalam laporan keuangan perusahaan tahun 2019 yang disampaikan oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja (KAP) di Suhartono ).

Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya Farid A Nasution mengatakan posisi aset perseroan mencapai Rp 18,13 triliun pada akhir 2019. Modal saham terdaftar minus 34,61 triliun rupee, “katanya, Rabu (22 Juli 2020). — Laporan keuangan, lanjutnya, ini juga menunjukkan bahwa Givaslaya telah ditanggung oleh produk asuransi masa lalu Tanggung jawab tinggi. Minat masyarakat masih tinggi, “kata Farid. Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan selaku pemegang saham sedang mempersiapkan rencana strategis baru. — Baca: Kejaksaan Agung Tinjau 16 Saksi Mata yang menyaksikan kasus Jiwasraya hari ini-rencana tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memenuhi kewajibannya kepada nasabah serta sudah dikomunikasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR).

Rencana strategis akan diimplementasikan dalam rencana reorganisasi yang akan diperoleh pada Agustus 2020 untuk memastikan pembiayaan pemegang saham.

“Reorganisasi merupakan rencana reorganisasi utama perusahaan dan akan segera dimulai. Keberhasilan reorganisasi membutuhkan dukungan semua pihak, dan saya membutuhkan kerjasama yang telah berjalan dengan baik sebelumnya,” tutup Hexana.