Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan tujuh maskapai penerbangan nasional dipidana karena kenaikan harga tiket.

KPPU memutuskan bahwa semua orang yang dilaporkan telah melanggar Pasal 5 dalam hal hukum dan persuasif dalam layanan transportasi udara. PT Citilink Indonesia (dinyatakan sebagai bagian kedua); PT Sriwijaya Air (dinyatakan sebagai pihak ketiga); PT NAM Air (dinyatakan sebagai bagian keempat); PT Batik Air (dilaporkan V); PT Lion Mentari (dinyatakan sebagai pihak keenam) ; Dan PT Wings Abadi (“Laporan Pihak Ketujuh”).

Membaca: Ini adalah cara mudah untuk membeli tiket Ancol online

Membaca: Untuk merayakan ulang tahun DKI Jakarta, Ancol memberikan potongan harga untuk tiket masuk

“Untuk ini, KPPU akan Sanksi akan dikenakan pada pihak yang dilaporkan dalam bentuk perintah, dan KPPU akan diberitahukan secara tertulis mengenai kebijakan yang akan memengaruhi peta persaingan bisnis dan harga yang dibayarkan oleh konsumen dan masyarakat kepada konsumen dan masyarakat sebelum kebijakan tersebut diterapkan. ”KPPU mengumumkan pada hari Selasa (Juni 2020) 23rd) dalam pernyataan resmi.

Selama pelaksanaan proses penindasan, panitia percaya bahwa struktur pasar dari industri transportasi udara komersial terjadwal adalah sepenuhnya oligopolistik. -Mengingat kegiatan angkutan udara niaga konvensional Indonesia terbagi dalam tiga kategori, yaitu Garuda Group (dinyatakan sebagai pihak pertama dan kedua), Sriwijaya Group (dinyatakan sebagai pihak ketiga dan keempat) dan Lion Group (dinyatakan sebagai pihak ketiga dan keempat) Dinyatakan sebagai tripartit). Pihak kelima, diumumkan pihak keenam dan ketujuh). Secara umum, dalam hal ini terlapor menguasai lebih dari 95% pangsa pasar. Melalui peraturan pemerintah, tentukan batas tertinggi dan terendah pada tarif atau harga penumpang maskapai penerbangan komersial berjadwal domestik. Oleh karena itu, masih ada ruang untuk persaingan harga antara pembatasan ini.

Menurut hasil tes, majelis komite percaya bahwa pihak yang dilaporkan telah mengambil tindakan bersama atau paralelisme. Oleh karena itu, kesepakatan (konsensus) telah dicapai antara pelaku bisnis untuk menghapus diskon atau diskon seragam dalam bentuk perjanjian. Penawaran ini akan mengimbangi produk yang dijual dengan harga murah di pasar.