Sebuah laporan oleh reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pengusaha, Sandiaga Uno, mantan wakil gubernur DKI Jakarta, mengatakan bahwa bea cukai atau budaya impor membuat Indonesia rentan terhadap krisis pangan. Makanan menjadi perhatian banyak negara. Sebagai negara pengimpor, Indonesia sangat rentan, “kata Sandy. Dia menyambutnya saat diskusi virtual yang disebut” Covid-19 Impact Technology Solutions “yang diadakan di Jakarta, Selasa (6/6/2020). Indonesia berada di 2019-2024 menunjukkan bahwa permintaan untuk beberapa komoditas meningkat.

Misalnya, pasokan bawang putih, daging sapi, dan gula 24%, 35% diimpor dari luar negeri.

Baca: Tren Kesehatan Times Makanan normal dan sehat baru dan pembelian minuman telah menjadi prioritas. Baca: Komite Pertama DPD RI tidak menerima pemilihan lokal pada 9 Desember bersamaan. Baca: Jumlah pasien Covid-19 di Kediri meningkat 5, Di antara mereka adalah sumbangan dari Pabrik Rokok Tulungagan-Baca: Tyson Fury bersiap untuk mengubah profesinya dan menjadi pejuang seni bela diri campuran, juga dikenal sebagai seni bela diri campuran- “Masalahnya adalah pada kebiasaan mengekspor ke negara lain Makanan dalam kondisi sebelumnya juga akan lebih selektif, “kata Sandy. Menurutnya, Indonesia harus berkembang melalui inovasi teknologi, adopsi (kecerdasan buatan / kecerdasan buatan), Internet of Things (IoT), Teknologi kecerdasan buatan tiruan seperti mesin penjual otomatis, pertanian perkotaan, pertanian perkotaan, dan platform rantai nilai makanan digital dapat meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Skenario kegunaan / keamanan, kita harus rela tidak bergantung pada impor setiap saat. Selain itu, kemungkinan PHK adalah 7 hingga 1.200 Sepuluh ribu. Tentu saja, digitalisasi harus didorong. “Pasar telah terbentuk,” kata Sandy. Salah satu cara alternatif untuk mengurangi impor.

“Misalnya, negara kita adalah konsumen mie instan terbesar di dunia. Mie instan adalah bahan dasar gandum, gandum tidak bisa ditanam di Indonesia, jadi harus diimpor. “Secara ilmiah, ada banyak (alternatif). Tapi kami tidak mengusulkan ini dalam skala besar. Dia menambahkan bahwa bahkan pengganti beras dapat ditemukan.