Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Peneliti Nailul Huda dari Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan (INDEF) menilai bahwa rencana sub-partisipasi restrukturisasi dan penawaran umum perdana (IPO) dianggap bermanfaat bagi BUMN. Perluas lingkup kegiatan.

Baca: Reorganisasi Pertamina Perkuat Pengelolaan Energi Nasional

“Dari sisi ekspansi bisnis, rencana itu pasti menguntungkan. Karena tujuan IPO untuk mendanai ekspansi bisnis,” kata Huda di Jakarta, Rabu (25/10). 07/22/2020) .

Hu Da percaya bahwa partisipasi Pertamina di bursa saham memiliki masa depan yang cerah. Menurut Huda, karena industri migas tidak pernah mati. Dia berkata: “Akibatnya, IPO akan dihargai. Apa yang Anda lihat adalah apakah Pertamina benar-benar membutuhkan IPO.”

Menurut laporan, anak perusahaan Pertamina berencana untuk masuk ke bursa. Huda juga merupakan entitas bisnis normal.

Selain itu, IPO akan menjadi kekurangan, bukan Pertamina.

“Tidak masalah. Karena Pertamina masih dapat mengendalikan anak perusahaannya,” Huda menjelaskan .– Pada saat yang sama, Pertamina terus memperkuat komitmennya untuk melakukan fungsi strategis dalam manajemen dan pasokan energi setelah perusahaan direorganisasi. Masyarakat berkembang menuju kepentingan daerah terpencil.

“Sebagai perusahaan terbuka” Semua kebijakan Pertamina harus mengacu pada instruksi pemegang saham. Dalam hal ini, Menteri BUMN mewakili pemerintah. Dalam siaran pers pada hari Rabu, 22 Juli 2020.