Menurut laporan dari reporter Tribunnews.com Hari Darmawan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Jawa Barat dan DKI Jakarta secara resmi mengajukan permintaan untuk menangguhkan pengoperasian rute pinggiran kota KRL di wilayah Jabodetabek untuk mencegah penyebaran wilayah di Jakarta, Bogor. , Depok dan Bekasi selama periode pembatasan sosial (PSBB) skala besar dari virus korona.

Namun, malam ini (Kamis, 16 April 2020), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum memutuskan apakah akan menyetujui proposal tersebut. -Alasannya adalah bahwa permintaan masih dalam peninjauan. – Saat ini ada lima pejabat daerah Jawa Barat terkait dengan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Jabodetabek. — Tapi menurut Adita, menghentikan operasi KRL pada 18 April jelas bukan keputusan akhir.

“Seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) dan Peraturan Menteri Transportasi (Permenhub) No. 9 Tahun 2020, batasannya tidak ditutup,” kata Adidas dalam konfirmasi pada hari Kamis. (16/4/2020) .

Baca: Amandemen Wishnutama terhadap pernyataan Luhut akan menarik wisatawan dari Cina, Korea Selatan dan Jepang

ia menjelaskan bahwa pembatasan seperti membatasi jumlah penumpang à menciptakan keterasingan fisik

– -.

“Penggunaan KRL masih sangat luas, karena para pengguna ini mencari nafkah, ini adalah solusi yang dicari orang,” kata Adita.

Baca: Kisah Ika Dewi Maharani, Relawan: Satu-satunya wanita yang menjadi sopir ambulans di rumah sakit Covid-19

Adli Hakim, direktur eksternal PT KCI, menyebutkan bahwa operasi KRL masih disita oleh pemerintah dalam. Staf rumah sakit medis Purwodadi akan menjalani tes cepat- “Selama diskusi pada 16-17 April, jalur pinggiran KRL masih beroperasi selama periode PSBB,” kata Adli kepada Tribunnews pada Kamis (16 April 2020) . Adli juga mengatakan bahwa situasi orang yang menggunakan KRL untuk menerapkan PSBB mulai menurun.