Bidara Pink Reporter Report-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) kini telah memperpanjang batas waktu untuk menyelesaikan sensus populasi online (SP) dari maksimum sebelumnya hingga 31 Maret 2020, yaitu Mei 2020 Pada tanggal 29.

BPS Suhariyanto mengatakan dalam siaran pers, Rabu (1/4/2020) bahwa periode pengisian sensus online akan diperpanjang hingga satu bulan untuk membantu orang yang masih berjuang untuk mengatasi pandemi virus corona.

“Sebagai bagian dari penyebaran Covid-19, mengingat kondisi yang ada, kami memutuskan untuk memperluasnya,” kata Suhariyanto.

Dijelaskannya, setelah SP online ini berakhir maka akan ada pengolahan data SP online untuk persiapan pendaftaran penduduk.

BPS juga perlu waktu untuk melatih agen di tempat di tingkat nasional dan regional.

Namun, karena pemerintah menerapkan jarak sosial dan pekerjaan rumah untuk meminimalkan penyebaran Covid-19, pelatihan memutuskan untuk menghabiskan waktu lebih lama secara online. Selain SP online dan pemrosesan transmisi, BPS juga telah menunda rencana wawancara dengan SP, yang akan diwawancarai dari Juli 2020 hingga 1 September, 2020 hingga 30 September, 2020. PUFF, Nucleus Farma dan Profesor Nidom sedang mengembangkan obat Covid-19 – menurut Suhariyanto, bukan hanya Indonesia yang mengubah jadwal sensus. Beberapa negara lain telah melakukan hal yang sama.

Baca: Jumlah penumpang terus menurun, PT KAI kembali untuk membatalkan jadwal 44 kereta jarak jauh: berikut detailnya – misalnya, Panama bahkan membatalkan sensus tahun ini, dan akan memperbarui dari tahun depan, Arab Saudi akan sementara waktu Sensus ditunda sampai batas waktu yang ditentukan. . Sebagai informasi tambahan, BPS menunjukkan bahwa 33,5 juta penduduk mendaftar melalui Census.bps.go.id. Secara persentase, ini berarti 12,5% dari total populasi Indonesia.

Artikel ini diterbitkan di Kontan dengan judul BPS, memperpanjang durasi sensus online hingga 29 Mei 2020