Reporter Jakarta Tribunnews.com Fransikus Adhiyuda-laporan oleh TRIBUNNEWS.COM-Presiden Jokowi mengatakan bahwa menyerap anggaran stimulus untuk mengelola Covid-19 masih bukan pilihan terbaik, dan peralokadian tidak cukup cepat. Menurut pernyataan Jokowi, menurut data yang diterima oleh Jokowi pada 22 Juli 2020, dari total anggaran stimulus 695 triliun rupee, hanya 135 triliun rupee yang dibuat atau hanya 19% diserap.

Kemudian, kebangkitan sektor perlindungan sosial hanya menyerap 38%, sektor mikro, usaha kecil dan menengah (UMKM) hanya menyerap 25%, dan sektor kesehatan dan insentif bisnis baru hanya menyerap 25%. 13% diserap.

Baca: Tingkat penyerapan anggaran Covid-19 rendah, PKS Sentil Jokowi: Presiden harus melihat sumber masalahnya

Untuk alasan ini, Presiden meminta Komite Manajemen Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mengambil tindakan segera Bertindak dan mencoba menyelesaikan masalah.

Baca: Presiden: Jangan biarkan krisis dan keserakahan lenyap karena pandemi Covid-19-saya mengabaikan mimpi Yokowi dan pertemuan terbatas terkait pemulihan ekonomi nasional dan pengarahan Komite Manajemen Covid-19 ketika memimpin rapat. Ini akan dilakukan secara virtual pada Senin (27/7/2020).

Baca: Hingga 25 Juli, 1.574 Covid-19 pasien positif yang dirawat di Wisma Atlet Kemayo melarikan diri

“Saya mengingatkan Anda, segera lihat peraturan dan masalah manajemen jika itu untuk mengubah peraturan Benar, agar bisa berakselerasi secepat mungkin, maka jalan pintas, “kata Jokowi. ——Presiden juga meminta stafnya untuk menghilangkan diri departemen untuk menyelesaikan masalah ini. “Saya berharap setiap posisi di BNPB pusat dan daerah sangat bagus. Panitia tampaknya sibuk bergerak dan bergerak. Aura krisis ada di sana,” jelas Chokovy.