Menurut reporter Tribunnews, Fitri Wulandari, laporan-TRIBUNNEWS.COM, perusahaan jasa keuangan UBS (UBS) memprediksi bahwa ekonomi A.S. akan mengalami “kontraksi massal” pada kuartal kedua 2020 dan resesi parah pada semester pertama tahun ini akibat korona Pandemi virus (Covid-19).

UBS mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal pertama turun menjadi -2,1%.

Dikutip dari halaman “Business Insider”, Senin (23/3/2020), UBS (UBS) juga memperkirakan kontraksi hampir 10% pada kuartal kedua tahun ini.

— Saat ekonom UBS, Seth Carpenter menulis tentang prediksi ini dalam laporannya pada hari Kamis. Dampak virus ini di Amerika Serikat akan terjadi pada akhir April, tetapi pembatasan dapat berlanjut hingga akhir Mei.

Baca: Hari ini, CSPI diperkirakan jatuh ke lebih dari 4.100

Karena semakin banyak ekonom memperkirakan tekanan pada ekonomi AS, ada resesi.

Baca: Peringatan, chloroquine adalah obat terapi, tidak digunakan untuk mencegah korona. Apa yang dulunya media interaktif seperti restoran, sekolah dan tempat kerja telah ditutup untuk mengekang penyebaran virus korona. — Ingat bahwa aktivitas konsumen adalah fondasi ekonomi negara.

UBS (UBS) menemukan bahwa ekonomi A.S. telah dihantam oleh virus korona di tiga bidang utama.Jumlah aplikasi telah turun dan harga minyak telah jatuh.