Reporter Hikma Dirgantara-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Nilai tukar rupee terhadap dolar AS diperkirakan akan melemah lebih lanjut awal minggu ini. Wabah virus korona masih menjadi alasan utama penurunan nilai tukar rupee.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bahwa setiap data yang menunjukkan peningkatan jumlah kasus virus korona dan kematian di Indonesia akan mengikis rupee.

Senin (23/3/2020) tergantung pemerintah dan epidemi ini. Josua Pardede mengatakan: “Selain itu, pengobatan virus korona di Amerika Serikat dan Eropa juga akan terpengaruh.

Lukman Leong, seorang analis di Valbury Asia Futures, menambahkan bahwa intervensi BI di pasar spot dan DNDF dan sekuritas pemerintah (SUN) harus Sentimen positif. Dia berkata: “Kemungkinan rupee menghentikan devaluasi dan rebound. “Menurut perkiraan Lukeman, nilai tukar rupee terhadap dolar AS naik menjadi 15.600 Rp-16.000 Rp. Menurut perhitungan Josua, rupee bergerak antara Rp 15.900 dan Rp 16.300.

Akhir pekan lalu (20 Maret 2020) Nilai tukar rupee di pasar spot turun 0,3% menjadi Rp15.960 per dolar AS. Nilai tukar rata-rata bank Indonesia adalah bahwa rupee terdepresiasi sebesar 3,57% menjadi Rp16.273 per dolar AS. .Com, lima bank utama negara Menurut data pada Jumat, 20 Maret 2020, nilai tukar dasar rupee terhadap dolar AS ditentukan lebih tinggi daripada nilai tukar dasar 16.300 rupee per rupee. Insiden itu menyebabkan polisi membubarkan Mantu Buyar di Banyumas karena korona-tiga bank utama adalah Mantu Bank Dili, BNI, BIS, BCA, BCA, Bank CIMB Niaga …. Mengikuti nilai tukar rupee hari ini 5 bank utama dalam nilai tukar negara terhadap dolar AS:

Bank yang dijual membeli BCA 16.421 15.791 Mandiri 16.400 16.000 BIS 16.645 16.055 BNI 16.454 15.945 CIMB Niaga 16.300 16.190

Bagian dari artikel ini dan judul Nilai tukar Rupiah: Tergantung pada virus korona