Reporter Tribunnews.com di Dama Bay Day-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta: CEO Garuda Indonesia Irfan Sebuahutra mengatakan bahwa selama pandemi saat ini, pihaknya tidak akan menaikkan harga tiket Dua kali lipat. Irfan menjelaskan bahwa pidato Garuda dimaksudkan untuk membuat frustasi mereka yang terpaksa kembali ke kampung halamannya pada Lebaran pada tahun 2020.

Tujuan Garuda saat ini bukan untuk meningkatkan harga tiket, tetapi untuk memberikan rasa aman untuk menyapa penumpang saat naik. -Irfan mengatakan dalam sebuah percakapan virtual pada hari Selasa: “Cara berpikir saat ini tentang orang yang naik pesawat tidak seperti ketika virus pecah di Indonesia, sekarang penumpang mencari orang yang memprioritaskan keselamatan daripada harga.” 2020) .— Baca: Kementerian Perhubungan Tingkatkan kemampuan untuk mengangkut penumpang melalui udara hingga 70% -Irfan mengatakan bahwa saat ini, prioritas Garuda adalah mempertimbangkan keselamatan penumpang sehingga industri penerbangan dapat sekali lagi mempercayai pengetahuan publik tentang fasilitas perjalanan … Ini mungkin tes cepat. Tidak buruk. Kata Irfan, karena kepentingan utamanya adalah keamanan.

Baca: Tagihan listrik melonjak, dan Komite Ketujuh Dewan Perwakilan Rakyat AS naik banding ke Dewan Direksi PLN

Irfan mengatakan bahwa jika tarif disesuaikan, itu juga akan didasarkan pada faktor peluang penerbangan yang hilang dan tidak mungkin untuk meningkatkan “setidaknya 10% menjadi 20% “, Irfan melanjutkan.

“Menaikkan harga tiket ini juga merupakan keputusan yang sulit, karena harus ada banyak proses, dan dalam epidemi ini belum tentu dapat diterima masyarakat,” kata Irfan. – Menurut Denon Prawiraatmadja, general manager Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), penyesuaian harga tiket sebenarnya untuk maskapai penerbangan, tetapi situasi saat ini juga harus dipertimbangkan. Karena itu, maskapai akan melakukan penilaian berdasarkan kenaikan harga tiket terbatas. Di atas, “kata Denon.