Laporan reporter Tribunnews, Fitri Wulandari-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Setelah penurunan tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari perdagangan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai memberlakukan lainnya Ketentuan untuk menginterupsi transaksi atau membekukan sementara.

Penghentian aturan perdagangan akan mulai berlaku dari 11 Maret 2020 hingga batas waktu yang ditentukan.

Sekretaris perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menyatakan bahwa BEI .

Yulianto mengatakan dalam sebuah pernyataan resmi pada hari Rabu (11/3/2020): “IHSG jatuh tajam pada hari perdagangan yang sama, sehingga pasar saham mengambil tindakan.” – — Jika CSPI turun lebih dari 5%, informasi terperinci akan menghentikan perdagangan selama 30 menit.

“Jika CSPI turun lebih dari 10%, hentikan perdagangan selama 30 menit,” kata Yulianto.

Baca: Tarif online Ojek Jabodetabek meningkat sebesar 250 rupee India per kilometer

Kemudian, jika penurunan baru dalam IHSG melebihi 15%, BEI akan menangguhkan perdagangan.

“Sampai akhir sesi perdagangan atau akhir satu atau lebih sesi perdagangan. Setelah mendapat persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” jelas Yulianto.

Baca: Virus korona menyebabkan kekayaan banyak jutawan Indonesia segera turun, siapa pun?

Peraturan baru ini didasarkan pada surat (S-274 / PM.21 / 2020) yang dikeluarkan oleh Direktur Administrasi Layanan Keuangan 2A dari Kementerian Pengawasan Pasar Modal pada 10 Maret 2020, mengenai instruksi penghentian transaksi. Bursa Efek Indonesia di bawah tekanan pasar modal.

Juga merujuk pada urutan PT Bursa Efek Indonesia pada 10 Maret 2020: Kep-00024 / BEI / 03-2020 Terus berada di Bursa Efek Indonesia dalam keadaan darurat Melakukan transaksi dan menjaga transaksi efek yang tertib, adil dan efisien.