Jakarta TRIBUNNEWS.COM – PT Pertamina Gas (Pertagas), anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), anak perusahaan PT Pertamina Gas (Persero), sedang mempersiapkan pengujian komersial (uji coba) jaringan pipa gas bumi dari Gresik ke Semarang- -Proses pembangunan pipa PT Wijaya Karya Tbk-Rabana-Kelsri (KWRK) dengan investasi USD 250 juta selesai pada akhir 2019.

Pertagas Communication and CSR Manager Zainal Abidin mengatakan proyek pipa gas alam Gresik Semarang adalah pipa terbuka .

Baca: Mulai besok, TransJakarta akan menghentikan transaksi tunai di halte

Baca: Bintang NBA Kevin Durant (Kevin Durant) terinfeksi virus Corona, saatnya pergi ke Brooklyn Nets Panjang sistem perpipaan Gresik-Semarang adalah 268 kilometer dan diameternya 28 inci. Laju aliran gas maksimum dari pipa ini adalah 400 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Menurut Zainal, jaringan pipa gas alam Gresik-Semarang memasok gas alam ke pabrik gas alam PLN Tambak Lorok dan kawasan industri khusus di Jawa Tengah dan Timur.

“Pipa Gresik-Semarang nantinya akan menyediakan gas alam untuk proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) milik PT Pertamina EP Cepu.” – Pertagas memulai pembangunan pipa Gresik-Semarang pada 8 Oktober 2014. Itu adalah tanda kegiatan revolusioner. Proses konstruksi proyek ini memakan waktu lima tahun. Zainal juga menyebutkan bahwa Pertagas menyelesaikan pembangunan dua pipa gas alam pada 2019. Sebelum menggunakan pipa Gresik-Semarang, perusahaan menyelesaikan pembangunan pipa Duri-Dumai. Proses uji komersial dilakukan pada 14 April 2019, tergantung pada fase kedua dari aliran gas alam ke kilang Dumai II Riau dengan kapasitas 22,7 MMSCFD.

Penggunaan gas ini adalah salah satu strategi RU II Dumai. Langkah untuk memperbaiki margin laba kotor setara dengan menghemat 40% dari biaya bahan bakar.