Reporter Tribunnews.com, laporan Reynas Abdila, Jakarta TRIBUNNEWS.COM, Kepala Departemen Manajemen Transportasi (BPTJ) Jabodetabek, Polana B. Pramesti, mengklaim bahwa mobil pribadi atau angkutan umum Jabodetabek masih dapat melakukan perjalanan selama periode PSBB.

Ini adalah masalah Permenhub # 25/2020 tentang kontrol transportasi selama Mudik Idul Fitri 1441 H periode untuk mencegah penyebaran virus, banyak pertanyaan dari semua pihak. Corona (Covid-19).

Baca: Konferensi Tingkat Menteri G20, Menparev membuat standar baru untuk sektor pariwisata

“Oleh karena itu, dalam konteks Jabodetabek, Peraturan Permenhub No. 25 tahun 2020 hanya melarang Kendaraan yang memasuki dan meninggalkan Jabodetabek terkait dengan pergerakan masyarakat selama periode sebelum Idul Fitri, yang akan mulai berlaku pada 24 April 2020, “kata Polana, Sabtu (4/25/2020). -Pada saat yang sama, peraturan transportasi di wilayah Jabodetabek terus berlaku untuk koneksi No. 5. Keputusan No. 18 tahun 2020 tentang kontrol transportasi untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).

“Misalnya, pengguna mobil pribadi atau angkutan umum dari Jakarta dapat melakukan perjalanan ke Bogor, Depok, Tangerang atau Bekasi, dan sebaliknya. Namun, jumlah penumpang di kendaraan angkutan umum dan pribadi Itu hanya dapat menampung hingga 50% dari kapasitas aktual, dan jarak fisik diterapkan dalam bentuk kursi.

Bahkan jika itu adalah transportasi umum, jam operasionalnya / jam harus ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah (DKI Jakarta) pada pukul 6:00 pagi – 6:00 sore WIB dan Bodetabek pada pukul 5:00 pagi-malam 7:00 WIB, kecuali taksi yang masih bisa beroperasi 24 jam sehari atau taksi online.

Baca: Warga DKI menerima perawatan di rumah sakit terkait Covid 19 Total 1.947.1.050 isolasi independen lainnya

Polana menjelaskan hasil survei mengenai penilaian implementasi perjanjian PSBB di berbagai wilayah Jabodetabek dari 16 hingga 22 April . Pada tahun 2020, kami tahu bahwa tingkat kepatuhan lebih besar dari 90%.

“Tingkat kepatuhan lebih dari 90% mencakup mobil pribadi dan transportasi umum,” kata Polana.