TRIBUNNEWS.COM-Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengusulkan untuk sementara waktu menutup bisnis PT Freeport Indonesia di Kabupaten Tembapura, Papua.

Eltinus mengatakan bahwa ini untuk memutus rantai virus Corona di area penambangan. Kasus positif Covid-19 terus meningkat.

Dia akan menulis kepada Presiden Joko Widodo tentang proposal tersebut, dengan mengingat bahwa pelabuhan bebas adalah tujuan nasional yang vital.

“Ini terkait dengan kehidupan manusia, jadi kami meminta presiden sementara untuk menutup instruksi Freeport karena semakin banyak korona terjadi,” kata Ertinus, Jumat (8 Agustus 2020) Beritahu Timika.

Penutupan aktivitas kerja di area Freeport adalah langkah dalam upaya memutus rantai distribusi Covid-19.

Baca: Agen rusak, petani karet ditangkap oleh Muara Enim Bear dan hampir mati

Menurut Eltinus, karena pengumpulan orang, lingkungan kerja di Freeport tidak dapat dihindari, bahkan jika manajemen mereka menyadari Keterasingan sosial dan fisik.

Membaca: Perhatian, Ular memasuki pemukiman lagi: Sanca Kembang 2 meter muncul di atap rumah warga Cibaduyut Eltinus, menunjukkan bahwa jika di area perusahaan, karyawan akan naik bus bersama, berjalan untuk makan, dll. Ertinus berkata: “Di daerah Freeport, mereka duduk bersama, pergi ke ruang makan yang sama, naik bus bersama, dan naik trem bersama. Jadi ini benar-benar berakibat fatal bagi wilayah Freeport.” – Penutupan sementara Freeport Bekerja di area tersebut adalah salah satu langkah untuk memutus rantai distribusi Covid-19.

Eltinus mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Mimika tidak dapat menutup sementara operasi perusahaan, sehingga diperlukan presiden dan pimpinan departemen terkait.