Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Setelah tinggal di rumah selama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Selasa (31 Maret 2020), hari ini Rabu (1/4/2020) indeks harga saham gabungan (CSPI) harus berada di bawah tekanan dibawah.

IHSG ditutup pada 4.538,93 poin kemarin, meningkat 124,43 poin (2,82%) dari 4.414,5 poin di hari perdagangan sebelumnya.

Han Kwee, direktur Mega Investama, mengatakan tekanan berasal dari indeks. Pada penutupan perdagangan kemarin, pasar saham AS kembali merah. Bahkan, karena prevalensi coronavirus di negara ini, tingkat kepercayaan konsumen Amerika telah menurun.

“Tingkat kepercayaan konsumen Amerika telah menurun, dan orang-orang mungkin khawatir karena Amerika Serikat mulai berada di bawah tekanan karena jumlah orang yang terinfeksi virus korona telah meningkat. Tekanan ini juga akan menyebabkan IHSG menurun,” kata Hans kepada Kompas. com.

Kemarin, indeks saham AS ditutup dengan warna merah. Dow Jones Industrial Average turun 3,87%, S&P 500 turun 1,6%, dan Nasdaq turun 0,95%. Indeks dolar juga turun 0,12%. Hans mengatakan penurunan kepercayaan konsumen di Amerika Serikat adalah karena lonjakan virus korona, yang tumbuh 14% dalam semalam menjadi 77.000 orang. Ini membuat orang khawatir tentang ekonomi Amerika. Dia mengumumkan: “Di Amerika Serikat, beberapa kota ditutup, yang dapat merusak ekonomi negara. Oleh karena itu, karena kekhawatiran global, pasar Indonesia saat ini (dapat) diperbaiki.”

Di sisi lain, Di bawah pengaruh publikasi China dari data PMI (Purchase Management Data), indeks saham Eropa telah meningkat. Ini mendorong indeks saham Eropa menjadi hijau.

Indeks saham Eropa seperti FTSE naik 1,95%, diikuti oleh Xetra Dax naik 1,22%. Ada level 4.317 dan resistance dari 4,569 ke 4.697.

Judul artikel ini di Kompas.com adalah “Penghijauan hari Selasa, apa ramalan IHSG hari ini?”.