Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Tamasia adalah aplikasi perdagangan emas hukum Islam pertama di Indonesia dan akan terus bekerja untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada pelanggannya.

Satu hal yang sedang dilakukan adalah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk mengembangkan layanan tabungan emas. Ini memudahkan komunitas untuk menyimpan emas. -Muhammad Assad, Presiden dan pendiri Tamasia, mengatakan bahwa kerja sama ini telah dilakukan untuk mencakup semua pelindung emas di Indonesia dan untuk membantu pemerintah meningkatkan inklusifitas finansial, yang seharusnya mencapai 90% pada tahun 2024 . -Baca: Spur Sports Achievement Award, DPD RI akan mengubah undang-undang SKN

– Baca: Perusahaan IT sekarang membutuhkan pekerja sebagai pengembang baterai penuh

– Baca: Kementerian Kesehatan mempercayakan tiga kru COVID Indonesia untuk berhati-hati. Awak aktif Masyarakat Klasifikasi Jepang-menurutnya, Pulau Bosh di Indonesia memiliki lebih dari 25.000 lokasi di seluruh pelosok Indonesia. Akibatnya, basis pelanggan Tamasia telah meningkat. “Banyak orang Indonesia ingin menyimpan dana emas. Kami yakin bahwa kemitraan ini akan membantu pelanggan potensial kami untuk berinvestasi dalam emas. Selain itu, Bank Persia Indonesia memiliki jaringan yang sangat kuat dengan puluhan ribu poin di seluruh Indonesia,” katanya, Selasa. (18 Februari 2020) mengatakan di Jakarta. Menurut Assad, masih sangat sedikit peminat yang berinvestasi dalam emas. Menurut data 2018 dari DATA World Gold Council, Indonesia adalah negara dengan permintaan emas kedelapan terbesar di dunia, dengan total permintaan 64,1 ton. Pertumbuhan harga emas terus meningkat dari tahun ke tahun. Assad mengatakan: “Karena itu, Tamasia dan Pusi Indonesia akan terus meningkatkan penjualan dan layanan dalam bentuk tabungan investasi emas.” RP 10.000 emas-dia menjelaskan bahwa pelanggan tidak perlu pusing atau kesal untuk menabung emas. Karena kerja sama ini, pelanggan dapat menarik emas fisik dari kantor pos terdekat.