Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menjatuhkan sanksi kepada operator udara terkait Peraturan 2020 Menteri Perhubungan Republik Indonesia (PM 18), yang berkenaan dengan pencegahan Indonesia terhadap Penyakit Coronavirus 2019 di Indonesia (COVID-19).

Kemenhub menjatuhkan sanksi kepada operator transportasi udara dan operator bandara melalui Administrasi Umum Penerbangan Sipil, Selasa 19/5. Seorang juru bicara Kementerian Perhubungan mengatakan pada hari Selasa: “Menurut penyelidikan inspektur kami, telah ada pelanggaran terkait dengan keterpencilan fisik yang dilakukan oleh operator transportasi, operator udara dan operator bandara.” Adita Irawati dari Jakarta (05/19 / 2020). Dia mengatakan bahwa operator transportasi udara melanggar ketentuan Pasal 14, ayat 2, tentang membatasi jumlah maksimum penumpang. Dengan menerapkan jarak fisik untuk mencapai 50% dari total kapasitas tempat duduk, Adita mengatakan: “Maskapai yang terbukti telah dilanggar, kami akan menjatuhkan sanksi pada maskapai dalam bentuk lisensi yang dicabut,” jelasnya. Selain maskapai, Administrasi Umum Penerbangan Sipil Sanksi juga telah dikenakan pada operator bandara. “” Menurut peraturan sore 18, 2020, operator infrastruktur transportasi diharuskan memastikan bahwa prosedur kesehatan dilaksanakan dalam bentuk desinfeksi konvensional dengan menyemprotkan desinfektan dan menjaga jarak tertentu dari tubuh manusia. Hasil investigasi menunjukkan bahwa operator bandara melanggar peraturan tentang implementasi jarak fisik, jadi kami memberikan surat peringatan sehingga kami dapat mengantisipasi situasi ini dengan benar tanpa mengulangi diri sendiri. Kementerian Transportasi diminta untuk mengambil setiap pelanggaran dari pelanggaran perusahaan angkutan udara. Tindakan tegas. “” Kami berharap bahwa semua perusahaan nasional dalam industri penerbangan akan dapat mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku, dan kami menghadapi epidemi yang terus menyebabkan kematian. Kami menekankan bahwa tidak akan ada toleransi untuk pelanggaran kecil terhadap peraturan penerbangan nasional, “kata Adidas.

Adidas juga menyerukan transportasi udara untuk memainkan peran aktif dalam menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Penerbangan.