Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Meski masih banyak aspek regulasi bank yang perlu dibenahi, manajemen risiko dan pengawasan perusahaan bekerja dengan baik. Mulai dari Mei 2020, masing-masing akan menjadi 16% dan kredit bermasalah masing-masing 3,01%. —Oleh karena itu, Eko Listiyanto, seorang pengamat dari INDEF Bank, tiba di Jakarta melalui SMS pada Selasa (13/7/2020). -Namun demikian, Eko menilai bahwa masalah saat ini yang dihadapi para pemangku kepentingan adalah bahwa industri aktual di Indonesia melambat tajam.

Bahkan jika departemen aktual terkait dengan kinerja bank. Eco menjelaskan: “Oleh karena itu, stabilitas modal yang kuat dan indikator untuk menjaga risiko yang baik (RCA dan kredit macet) juga akan sangat pasti, dan seberapa cepat sektor fisik dapat lolos dari krisis.”

Baca: Likuiditas dan modal telah menjadi tolok ukur utama bagi bank-bank yang menghadapi normal baru-ia menambahkan bahwa menurut aturan umum CAR bank, saat ini terkait dengan profil risiko, tetapi biasanya 11%.

Oleh karena itu, menurut pandangan Eko, pada Mei 2020, rasio kecukupan modal industri perbankan berada pada level 22,16%, yang menunjukkan bahwa rasio kecukupan modal industri perbankan masih dalam keadaan stabil. Dia menambahkan bahwa 16% dari 22 bank mungkin tidak seimbang atau sama. Perbedaan antara bank BUKU I dan BUKU II mungkin lebih besar, tetapi setidaknya lebih tinggi dari batas yang ditetapkan oleh FSA. -Pada saat yang sama, indikator lain juga menunjukkan fleksibilitas bank berdasarkan rasio pinjaman yang bermasalah. Jika aturan menetapkan batas atas kredit bermasalah di 5%, maka kredit macet bank kami biasanya 3,01%.