Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Perusahaan Publik (BUMN) mengunjungi stasiun Gambir di Jakarta Pusat, Kamis (12 Desember 2020) siang.

Kunjungan Erick adalah untuk memahami kesediaan Stasiun Gambir untuk memprediksi penyebaran virus korona. — “Kami dari BUMN, dengan BNPB, TNI, Polri, dan Pemda. Kami berusaha meminimalkan risiko, dan ini adalah tempat umum yang sangat ramai, karena ada banyak orang di sini, jadi kami melakukannya.” — Erick mengakui bahwa serangan itu bukan hanya gambar.

Membaca: Siap membongkar Dipo Latief yang memalukan dan mengemudikan Nikita Mirzani: Mungkin Anda harus membeli hati kedua

Membaca: Garuda memilih Anyar Ammo untuk tiba, Topskor Soeratin U15 2019 Cup-Dia hanya ingin memastikan pemerintah Persiapan telah dilakukan dan virus ini diperkirakan akan menyebar di Wuhan, Cina.

“Kami tidak melakukan ini karena teman-teman jurnalis ada di sana, jadi itu berlangsung selama beberapa hari, sekali sehari. Itu sudah selesai, kata Erick. -Tidak hanya itu, Erick juga mengundang semua pihak untuk menantikan ini Penyebaran insiden. Virus.

Karena virus korona harus diramalkan, itu tidak bisa disebut oleh pemerintah sendiri.

“Ini juga harapan kami, mari kita serang bersama, jangan panik, jangan disalahkan, tapi buatlah Sinkronisasi katanya. “Seperti kita ketahui, pemerintah mengumumkan bahwa di Indonesia, hingga Rabu (3/11/2020) siang, 7 pasien baru dinyatakan positif Covid-19. ——— Selain itu, karena kontraksi virus corona, 34 orang hidup Ruang isolasi rumah sakit menerima perawatan intensif.- Namun, 3 dari 34 pasien dinyatakan sembuh.Ada sekarang 31 Covid-19 pasien positif masih dalam isolasi.

Artikel ini dipublikasikan di Kompas.com , Berjudul “Sidak to Gambir, Erick Thohir: Not for imaging”.