Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pengamat Ekonomi Gigih Prihantono percaya bahwa selama pandemi dan pasca-pandemi Covid-19, UKM adalah kunci keberhasilan pemulihan ekonomi pemerintah. Dia mengatakan: “Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif kepada usaha kecil dan menengah dalam bentuk insentif pajak, hibah cicilan, bantuan likuiditas dan bantuan lainnya, karena hal pertama yang perlu diaktifkan adalah sektor ekonomi yang memiliki kontak langsung dengan rakyat kecil.” Kamis. (9/7/2020).

Baca: Smesco Boss: 301115 UMKM mulai menggunakan platform digital

Baca: Bertemu dengan Duta Besar UE, Wakil Presiden Komisi Eropa DPR XI untuk membahas berbagai kemungkinan untuk mengekspor produk-produk UMKM Metode

Namun, profesor ekonomi di Universitas Airlangga (Universitas Airlangga) di Surabaya percaya bahwa bantuan yang diberikan oleh pemerintah harus konsisten dengan target dan harus didistribusikan secara merata. Anton. Seharusnya tidak ada diskriminasi dalam memberikan bantuan, sehingga UMKM yang benar-benar membutuhkan bantuan bahkan tidak akan mendapatkan bantuan. “Dia berkata. Mungkin juga bermanfaat.” “Sosialisasi semacam ini sangat penting, dan data yang akan diperoleh UMKM sangat penting.” Manfaatnya sama pentingnya. Karena itu, saya percaya bahwa pemerintah harus secara aktif mempromosikan dan mensosialisasikan langkah-langkah stimulus dan bantuan di setiap sudut Indonesia. ”Pada saat yang sama, Intan Selni Permata Putri, seorang aktivis yang mengotorisasi UMKM, mengevaluasi langkah-langkah yang diambil oleh Menteri Ekonomi dan berkoordinasi dengan Airlangga Hartarto untuk menghidupkan kembali UMKM melalui berbagai kebijakan stimulus yang sudah ada di sebelah kanan. .

“Selama krisis, fokus pekerjaan wirausaha mikro berlanjut di hampir semua negara. Dalam krisis Indonesia pada tahun 1998, usaha kecil, menengah dan mikro memainkan peran yang sangat penting dalam pergerakan ekonomi pada waktu itu. Karena itu, pendekatan menteri koordinasi ekonomi Airlangga Hartarto sangat tepat dan harus diambil, “kata Intan Selni dari Jakarta. Sektor riil dapat dilahirkan kembali dan menyerap pekerjaan. Ada dua aspek ekonomi yang sangat penting. Yang pertama adalah meningkatkan penawaran dan permintaan. Yang kedua adalah meningkatkan daya beli masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. “UMKM tentu saja berperan dalam upaya menyerap tenaga kerja,” katanya.