Laporan oleh reporter Tribunnews.com Reynas Abdila

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerapkan kebijakan ketat yang melarang pemangku kepentingan, mitra atau mitra OJK untuk memberikan hadiah, hadiah, paket dalam bentuk apa pun Tim. — “Kami dengan ini menyarankan semua pemangku kepentingan untuk tidak memberikan hadiah apa pun kepada karyawan OJK,” situs resmi OJK membaca pada Kamis (14/5/2020).

“Kami mengharapkan dukungan semua orang. Para pemangku kepentingan OJK menerapkan kebijakan ini untuk mencapai pemerintahan yang baik, integritas, dan anti-kepuasan OJK.

Dikutip dari situs resmi www.ojk.go.id, ini Kebijakan ini konsisten dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance) dan komitmen untuk menerapkan program pengendalian kompensasi lembaga keuangan (OJK).

OJK juga mendesak semua pihak untuk melaporkan pelanggaran komitmen OJK.

“Kami meminta mereka untuk bersedia lulus FSA Sistem whistleblower melapor ke FSA, “kata OJK di situs resminya.

OJK WBS adalah metode pengiriman, pengelolaan, dan pemantauan laporan dugaan pelanggaran dalam OJK.

Standar pelaporan meliputi OJK internal Pelanggaran yang dilakukan oleh semua pihak, seperti komite, karyawan, calon karyawan, PKWT dan outsourcing, dan jenis pelanggaran yang dilaporkan termasuk korupsi, kolusi dan nepotisme, penipuan (termasuk penipuan, penggelapan dana publik, kebocoran informasi, pencurian, pencurian, pelanggaran dan penghilangan, Konflik kepentingan) dan pelanggaran hukum dan peraturan internal OJK.