TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Bahkan kebijakan POJK satu bulan No. 11 / POJK.03 / 2020, tidak merilis informasi tentang pemulihan ekonomi nasional sebagai kebijakan countercyclical setelah proliferasi COVID-19, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) ) Tbk segera mengambil tindakan untuk mengimplementasikan rencana tersebut.

Perusahaan telah merumuskan 4 rencana untuk menggambar diagram kegiatan pelanggan yang terkait dengan relaksasi UMKM. Sunarso, direktur pelaksana BRI, mengungkapkan hal ini.

“Pelanggan UMKM yang omsetnya telah turun 30% telah mengalami reorganisasi reguler suku bunga dan pembayaran tunggakan. Omzet pelanggan UMKM telah turun 30% menjadi 50%. Omzetnya telah dikurangi menggunakan prosedur pembayaran pokok yang ditangguhkan, tetapi bunga Mengurangi dan masih harus membayar 50-75%. Opsi ketiga, yaitu bunga dan pokok tertunda 6 bulan, tidak perlu membayar di muka. Akhirnya, jika omset berkurang> 75%, bunga dan pokok akan ditunda satu tahun , “Kata Sunarso. Dapat disampaikan oleh pelanggan.

Pelanggan dapat menyelesaikan rencana dan membuat proposal untuk mengurangi turnover, dan kemudian mengirimkannya ke bank untuk mengevaluasi kondisi bisnis dan menentukan rencana yang sesuai.

Sejauh ini, banyak UKM telah mengusulkan untuk bersantai. Meskipun demikian, kebijakan pinjaman santai masih akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Bank for International Settlements – terdaftar dari 16 Maret 2020 hingga 31 Maret 2020, Bank for International Settlements merestrukturisasi 13,4 triliun rupee UMKM, dengan total investasi Rs 14,9 triliun. -Direktur Jenderal Bank untuk Penyelesaian Internasional juga menekankan bahwa Bank untuk Penyelesaian Internasional jelas berkomitmen untuk pelaksanaan kebijakan pemerintah, dan implementasinya telah menjadi area evaluasi pertama oleh bank. “Standar-standar ini tidak semua akan secara otomatis dirilis (dibayar). Itu tergantung pada mengapa, jika dia benar-benar masih mampu, mengapa melepaskan dan membantu mereka yang masih mampu dapat membantu mereka yang benar-benar tidak mampu, sehingga mereka dapat menggunakan Anggaran benar-benar dapat digunakan oleh pemegang hak, “katanya. (*)