Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakinkan pemerintah bahwa mereka akan menanggung biaya perawatan untuk pasien yang telah dikonfirmasi positif terkena virus coronavirus (covid-19). Virus Corona akan dikelola secara terpusat oleh Kementerian Kesehatan. Adapun BPJS kesehatan, itu akan memimpin proses verifikasi pasien. “Karena pandemi 19 negara tidak berada dalam ruang lingkup BPJS,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (24 Maret 2020). Ya, menteri keuangan negara itu juga menjelaskan bahwa dana untuk pasien dengan coronavirus akan datang dari negara tersebut. Anggaran 2020 (APBN) atau APBD

Oleh karena itu, saya berharap untuk memastikan bahwa biaya perawatan pasien virus korona akan dibayar. Mantan direktur pengelola Bank Dunia pernah meminta BPJS Kesehatan untuk berpartisipasi dalam perawatan pasien coronavirus (covid-19) .

Dia juga menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang menyusun undang-undang kepresidenan untuk memastikan keselamatan rumah sakit dan lembaga medis lainnya mengenai jaminan BPJS Kesehatan untuk perawatan pasien dengan virus corona. Statuta presiden juga harus menerapkan Mahkamah Agung (MA). ) Belum lama ini, keputusan untuk mencabut aturan kenaikan pembayaran BPJS Kesehatan. “Kita tahu bahwa Mahkamah Agung menghapuskan perintah presiden, yang membuat situasi keuangan BPJS Health tidak pasti. Rumah sakit ini saat ini adalah lembaga yang paling penting, di bawah tekanan dan beban terbesar, “kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (18/8/18). Kami akan membuat peraturan presiden untuk memastikan keselamatan rumah sakit dan BPJS Kesehatan, untuk Mendukung tindakan co-19, “kata wanita yang biasa dikenal sebagai Ani.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah untuk mentransfer APBD dari anggaran yang tidak perlu untuk mengelola coronavirus (Covid-19).

Ini adalah pesan yang disampaikan oleh Presiden Jokovi saat pertemuan dengan gubernur melalui konferensi video yang diadakan di Istana Kerajaan Medica di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Baca: Diduga karena kelaparan, Bayi berusia 1,5 tahun yang dikurung oleh pemerintah di Xiaogan City meninggal karena membaca: Virus Corona telah sangat mengurangi penumpang MRT di akhir pekan menjadi hanya 5.000 orang- “Anggaran Perjalanan Jokow I berkata:” Karena situasi pajak kita saat ini Itu tidak mudah, kami harus mengurangi biaya ini karena pertemuan, konferensi, dan biaya lain yang tidak dapat segera dirasakan oleh komunitas lain. Dia melanjutkan: “Kemudian fokus kembali kegiatan dan realokasi anggaran untuk mempercepat manajemen kesehatan dan bantuan sosial Covid-19 untuk menyelesaikan masalah.” Masalah ekonomi.

Artikel ini telah dipublikasikan di Kompas.com, berjudul “Pemerintah Menjamin Biaya Perawatan Pasien Corona”