Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Penerbangan Sipil Kementerian Perhubungan sedang mempersiapkan untuk sementara waktu melarang transportasi udara.

Sebelum ini, Menteri Transportasi mengeluarkan Peraturan No. 25 tahun 2020, yang mencakup periode Muslim Idul Fitri Mudik pada 1441 dalam konteks pencegahan. Penyebaran Coronavirus 2019 (COVID-19).

Rencana ini berbentuk pembatasan penerbangan dan berlaku untuk area pembatasan sosial skala besar (PSBB), yang termasuk dalam Covid 19 dan akan diadakan pada 24 April 2020 Efektif 31 Mei 2020.

Baca: Jokowi mengingatkan perusahaan pendisiplinan untuk menerapkan perjanjian kesehatan

Baca: Update: RSPI Sulianti Saroso sekarang dirawat di rumah sakit dengan 25 pasien

– Baca: Pemerintah telah menunda diskusi tentang RUU kerja klaster dan para pekerja membatalkannya Demonstrasi-Direktur Penerbangan Sipil Novie Riyanto menjelaskan bahwa pembatasan transportasi udara akan diterapkan, seperti popularitas Covid-19 selama transportasi Mudik / Lebaran di Indonesia.

“Penggunaan larangan ini dilarang. Dilarang untuk digunakan untuk kepemimpinan institusi tingkat tinggi Republik Indonesia dan tamu nasional, kedutaan besar, konsulat dan konsulat asing, dan organisasi internasional yang mewakili Indonesia, warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) Pemulangan dan pemulangan operasi udara khusus, penegakan hukum, komando dan layanan darurat, kargo dan operasi lainnya yang disetujui oleh Administrasi Umum dukungan Penerbangan Sipil mempercepat pertumbuhan layanan hasrat seksual 19 “kata manajer umum Novie.

General Manager Novie menambahkan bahwa layanan navigasi bandara dan udara akan terus beroperasi secara normal.

Baca: Pentingnya Konsumsi Karbohidrat Sahel – Baca: Mantan kepala KPK berharap bahwa Milenium Jokowi memiliki personil khusus untuk menyatakan konflik kepentingan mereka

Demikian pula, karena penerbangan internasional ke dan dari Indonesia masih normal Berjalan, jadi ini tidak berpengaruh. Covid 19 perjanjian kesehatan, versi sebelumnya.

“Lalu, kami akan terus memastikan bahwa konektivitas logistik tidak terganggu, termasuk pengangkutan zat menular. Pengangkutan dapat dilakukan oleh pesawat yang dikonfigurasi oleh penumpang atau oleh pesawat pengangkut khusus (jika Anda sudah memilikinya) Izin terbang, dan Anda harus mengikuti prosedur kesehatan, dan harus menyatakan bahwa awak yang melakukan penerbangan itu sehat, dalam keadaan sehat, dan mendapatkan sertifikat kesehatan dari dokter kesehatan / dokter kantor pelabuhan kesehatan, “tambah manajer umum Novie. .

Selain itu, entitas komersial transportasi udara berkewajiban untuk menyediakan penumpang yang akan mengembalikan tiket dengan peraturan yang berlaku, yaitu penumpang dapat memprogram ulang (memprogram ulang) tanpa membayar, dan tidak ada biaya untuk tiket yang ada.

Entitas angkutan udara komersial juga harus menyediakan voucher tiket untuk nilai tiket yang dibeli oleh penumpang, yang dapat digunakan untuk membeli kembali tiket, berlaku untuk setidaknya satu tahun, dan dapat diperpanjang hingga 1 kali.