Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mengumumkan bahwa para pelaku industri keuangan sedang mengimplementasikan rencana restrukturisasi kredit.

Rencana tersebut bertujuan untuk merangsang ekonomi untuk menyesuaikan pembayaran pokok atau bunga, memperpanjang waktu, dll. Dengan mengurangi bentuk pelanggan ini.

Pelaksanaan reorganisasi ini merupakan perpanjangan dari POJK n ° 11 / POJK.03 / 2020, yang melibatkan dampak dari langkah-langkah stimulus ekonomi nasional pada kebijakan kontra-siklus pada penyebaran penyakit. Coronavirus 2019, dirilis pada Kamis (19/3/2020). -Baca: Syarat-syarat ini dan bagaimana cara mengirimkan keringanan kredit ke FIF Group

Baca: Masuk ke www.pln.co.id, dapatkan 3 bulan token PLN gratis, gunakan nomor identifikasi pelanggan yang tercantum dalam daftar Serangkaian bank di antara 15 bank terbesar di Indonesia. Bank BJB tidak terkecuali, ikut serta dalam penerapan aturan rencana bantuan.

Departemen Sekretaris Jenderal Bank BJB Widi Hartoto mengatakan bahwa perusahaan telah mengadopsi kebijakan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Ekonomi masyarakat terkena dampak pandemi korona.

Sebagai bank besar dengan banyak pelanggan, perusahaan menyadari bahwa kebijakan ini akan berdampak besar. Tunjangan diberikan kepada semua pelanggan yang secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi oleh COVID-19.

“Kami menganggap langkah ini sebagai kebijakan obyektif untuk melindungi kepentingan ekonomi bersama. Perusahaan juga telah mengambil langkah-langkah yang terukur. Sambil mengurangi risiko, ia memberikan pedoman untuk pelaksanaan teknis dari rencana restrukturisasi, dengan pandangan kepada Widy dalam Sebuah pernyataan pada hari Minggu (5/4) mengatakan: “Ini membawa manfaat terbaik bagi debitur dan bank. Bantuan yang diberikan oleh Bank BJB berlaku secara langsung atau tidak langsung untuk semua pelanggan yang terkena dampak COVID-19.

Debitur prioritas bantuan adalah debitor yang terkena dampak COVID-19, pekerja informal, pekerja bayaran harian, mikro dan kecil Nilai kredit dari bisnis manajer perusahaan kurang dari 10 miliar rupee. Masa pemulihan mencapai satu tahun.

“Mekanisme teknis, sebelum Banque BJB dievaluasi, debitur harus mengajukan permintaan reorganisasi dan melengkapi data yang dapat dieksekusi secara online. Atur ulang sesuai dengan file konfigurasi untuk menentukan model. Perjanjian reorganisasi telah diserahkan secara online atau melalui situs web Bank BJB “Widi berkata. -Untuk referensi, berikut adalah 15 bank yang terlibat dalam menerapkan kebijakan restrukturisasi pinjaman. Bank BRI, Bank BJB, BCA, BNI, Bank Mandiri, CIMB Niaga, Panin Bank , OCBC NISP, BTPN, Bank Danamon, kemudian Maybank, Bank Permata, Bank BTN, Bank HSBC, dan Bank DBS .

Berita ini disiarkan di KONTAN, dengan judul: BJB Bank juga merupakan mahkota Debitur yang terkena dampak memberikan keringanan kredit