Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Kejaksaan Agung menginspeksi tiga orang sebagai perwakilan dua bank terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Kamis (27/2/2020). – Ketiganya mewakili kepala Pusat Informasi Hukum Hari Setiyono pada hari Kamis: “Sampai saat ini, agen bank yang meminta data rekening bank adalah 30 orang dari 25 bank swasta dan milik negara.”

Read: Extreme Peringatan cuaca BMKG 28-29 Februari 2020, badai besar terjadi di Jawa Tengah

Baca: Model janggut dan janggut pria membuktikan bahwa seseorang dapat terinfeksi virus corona, apa?

Inspeksi ini terkait dengan pengawasan aset tersangka dan perdagangan saham dalam kasus ini.

Selain itu, Kejaksaan mewawancarai 19 saksi yang terkait dengan kasus Jiwasraya hari ini.

Salah satu saksi adalah Teddy Tjokrosaputro, saudara laki-laki tersangka Benny. Tjokrosaputro .

Selanjutnya, para penyelidik juga memeriksa karyawan Benny Tjokro, Sopiah dan Jumiah, yang merupakan sekretaris PT Hanson International. Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden dan CEO PT Trada Amin Minera Heru Hidayat, mantan direktur keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyo. Dan keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmir dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Mengenai perusahaan milik negara ini, Kejaksaan mengklaim untuk mewawancarai 144 saksi dan mencari 16 tempat. – Aset beberapa tersangka disita atau dibekukan. Menurut perkiraan sementara Kejaksaan Agung, nilai total aset yang disita sekitar 11 triliun rupiah. Penyitaan itu merupakan bagian dari pemulihan kerugian nasional, menurut prediksi Kejagung, kerugian nasional sekitar 17 triliun rupiah. “Dalam kasus Jiwasraya, aset ditemukan dan Kejaksaan Agung memverifikasi perwakilan Bank Mandiri dan Standard Chartered Bank”