Laporan oleh reporter Tribunnews Fitri Wulandari-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Industri perhotelan dan restoran mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan kebijakan pekerjaan rumah-Maurana Yous, Wakil Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lan (Maulana Yusran) mengatakan bahwa jika karyawan bekerja dari rumah, kegiatan hotel pasti akan terganggu.

“Kami bekerja lebih keras di rumah. (Jika Anda bekerja dari rumah) berarti hotel ditutup,” kata Maulana, menghubungi Tribunnews, Rabu (15/3/2020) siang. –Baca: Jokowi memberi wewenang kepada pegawai negeri sipil untuk bekerja dari rumah untuk menghindari penyebaran virus Corona – ia menjelaskan bahwa kebijakan bekerja dari rumah tidak dapat diterapkan ke semua sektor industri.

Hotelier bergerak di bidang layanan, seperti rumah sakit

Oleh karena itu, kegiatan sehari-hari perlu dilakukan secara langsung.

“Beberapa departemen dapat bekerja jarak jauh dari rumah, tetapi beberapa departemen tidak bisa. Bagi kami, layanan di departemen sangat rumit atau bahkan suara rumah sakit,” kata Maurana. MRT dan Transjakarta

Sehingg Maulana berharap pemerintah akan bersantai di daerah ini, terutama industri perhotelan di mana tingkat hunian industri perhotelan terus menurun sejak epidemi Virus Corona.