Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Presiden Joko Widodo sekali lagi meminta menteri untuk mempercepat pengeluaran anggaran untuk mempromosikan pembangunan ekonomi.

Pengeluaran anggaran beberapa kementerian termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Sosial (Kementerian Sosial), Kementerian Pertahanan Nasional (Kemenhan), dan Kementerian Transportasi (Kementerian Transportasi) dalam melewati anggaran nasional Upaya untuk mencapai pembangunan ekonomi disebutkan secara khusus. -Menurutnya, dalam pandemi saat ini, pengeluaran publik adalah kekuatan pendorong utama perekonomian. -Pada pertemuan terbatas yang diadakan di Istana Negara Jakarta, Selasa (7/7/2020), Presiden mengenang bahwa kuartal ketiga 2020 akan menjadi kunci upaya untuk memulihkan ekonomi nasional dalam pandemi Covid-19. Pada Juni 2014, Presiden Jokovi juga mengingatkan para menteri untuk membayar upeti kepada manajemen Covid -19 untuk pengeluaran terkait kinerja tertentu.

Bahkan media nasional telah melaporkan nuansa Yokowi, dia marah dan disertai dengan ancaman pembubaran agen atau kamp Enterian dan tidak dapat bekerja dengan baik. Baca: “Video Jokowi Marah” dirilis sepuluh hari kemudian, Moeldoko: Ini adalah bagian dari strategi-baca: Defisit anggaran negara terus membengkak, pemerintah memperingatkan orang-orang terhadap bahaya hutang-Pada rapat terbatas kemarin, Joe Covey berbicara tentang pengeluaran anggaran kementerian lagi. “Aku sekarang melihat pengeluaran harian departemen.” Meningkat beberapa persen. Saya melihatnya setiap hari sekarang, “kata Presiden Jokovy .

Menurut Jokovy, jika kuartal ketiga ekonomi nasional dapat mencapai pertumbuhan positif, itu akan mendorong upaya untuk meningkatkan ekonomi pada kuartal keempat. Wei berkata: “Tuhan berkeinginan untuk mempermudah tahun depan. “