Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah mengatakan melalui Kementerian Ekonomi bahwa 200.000 peserta dalam fase pertama kartu pra-kerja akan berpartisipasi dalam pelatihan minggu depan.

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinasi Urusan Ekonomi, mengatakan bahwa peserta harus mendaftarkan akun dompet digital (dompet elektronik) sebelum pelatihan. Setelah menyelesaikan pelatihan, dalam hal ini, itu akan ditransfer dari bank BNI ke rekening bank, “katanya dalam panggilan konferensi yang diadakan di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Baca: Barat Jawa dan DKI telah mengajukan permintaan, tetapi Departemen Perhubungan belum memutuskan untuk menghentikan operasi KRL-jadi dia mengungkapkan bahwa setelah menghadiri pelatihan minggu depan, orang-orang yang telah berpartisipasi dalam sertifikat pra-kerja akan menerima pembayaran.

Baca: Kisah Ika Dewi Maharani, dia adalah satu-satunya sukarelawan perempuan yang menjadi sopir ambulans di Rumah Sakit Covid-19- “Pelatihan Rp. Minggu depan, 600.000 orang akan berpartisipasi dalam program sertifikasi pra-kerja, dan tentu saja Airlangga mengatakan: “Pelatihan berikutnya juga akan dilakukan. Evaluasi juga akan dilakukan dalam bentuk survei, dan setiap survei juga akan menerima Rp 50.000.” Baca: Lu Hart menyatakan bahwa amandemen Wishnutama akan menarik wisatawan dari Cina, Korea Selatan dan Jepang – dan kemudian, setelah menerima dana pelatihan Rp. 600.000 inisial, dan kemudian akan ada Rp. Bulan pertama saja meningkat 400.000, sehingga totalnya adalah Rp. juta.

Misalnya, untuk pelatihan (selesai) 1, Anda dapat menanggung biaya Rp. 400.000 .

Baca: Jenazah dokter sejarah dimakamkan di Padurenan Bekasi TPU tanpa menggunakan peti “” Oleh karena itu, untuk biaya pelatihan 1 juta rupee yang disediakan oleh pemerintah (tahap 1), masih dapat digunakan untuk selanjutnya pengobatan. Pelatihan selama sesi pelatihan pertama telah sepenuhnya selesai, “Airlangga menyimpulkan.