Jakarta TRIBUNNEWS.COM-BNI Syariah mengangkat beberapa harapan untuk coronavirus atau Covid-19. Tribuana Tunggadewi mengatakan bahwa Risiko BNI Syariah berbicara tentang Kebijakan Pekerjaan Rumah (WFH) sehingga departemen utama terus bekerja di kantor dengan pekerjaan split atau shift. Dalam 3 bulan -19, ribuan alat uji korona dibeli

Baca: Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa kecuali China, tidak ada penerbangan yang ditutup – kebijakan operasi ini berlaku untuk kantor pusat wilayah Jakarta , Kantor WJP, cabang dan cabang di Solo dan Bali. Dia mengatakan dalam pernyataan tertulis: “Kebijakan bentuk pekerjaan rumah berlaku untuk posisi karyawan yang memenuhi persyaratan yang ditentukan. Jumlah maksimum karyawan yang diizinkan untuk bekerja dari rumah adalah 50% per unit, dan akan disesuaikan sesuai dengan situasi masing-masing unit.” 2020/3/19) .

BNI Syariah juga dapat dengan mudah membuka akun dalam bentuk elektronik dengan mengaksesnya di bro.bnisyariah.co.id.

Melalui halaman ini, pelanggan potensial dapat menentukan jenis opsi tabungan mereka sendiri.

Dalam periode yang diharapkan terkait dengan virus korona, BNI Syariah merekomendasikan agar pelanggannya menggunakan layanan e-banking.

Artikel ini dimuat di Kompas. Judul com adalah “Cegah Penyebaran Resmi, BNI Syariah Membatasi Jam Perbankan”