Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Mantan Gubernur Letnan DKI Jakarta Sandiaga Uno mengusulkan agar pemerintah memberikan bantuan tunai kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terkena dampak epidemi korona atau Covid-19. Sandiaga Uno mengatakan kemarin dalam sebuah diskusi tentang produk-produk bermerek dari perusahaan-perusahaan baru: “Katakan bagaimana merumuskan kebijakan untuk menyediakan uang tunai kepada wirausahawan agar mereka dapat bertahan hidup.” (5/22 / 2020).

Baca: Dari 4 hal ini, New Normal telah memberikan kontribusi besar dalam perawatan Covid-19 – pemilik PT Saratoga Investama Sedaya Tbk menjelaskan bahwa yang pertama dan kedua Pada bulan September, wirausahawan UMKM yang terkena dampak Covid-19 mau tidak mau akan menghabiskan uang dari tabungan.

Namun, dalam beberapa bulan ke depan, dia khawatir para wirausahawan akan menjual aset mereka untuk dimakan dan bertahan hidup. Faktanya, sekitar 97% pekerjaan diciptakan oleh pengusaha di departemen UMKM.

“Jika dia (pengusaha) menjual aset, itu akan mengurangi kapasitas produksinya,” katanya.

Menurut Sandi, rencana “uang tunai adalah raja” atau bantuan uang tunai untuk pengusaha UMKM menyediakan setidaknya beberapa jenis oksigen untuk bertahan hidup.

Ketika ekonomi rakyat pulih, pengusaha UMKM memiliki sekitar 50 juta modal kerja untuk setidaknya menjaga mereka tetap bernapas selama dua hingga tiga bulan ke depan. Sandy mengatakan bahwa hampir pasti bahwa kita dapat mengatasi krisis pandemi 19 negara. Setelah ekonomi pulih, krisis kesehatan telah terselesaikan. Departemen UMKM akan menjadi mesin pemulihan ekonomi setelah 19 negara. -Dalam hal ini, Sandy juga menjelaskan bahwa kondisi saat ini sangat penting bagi pengusaha untuk terus merek produk dan tidak boleh terhalang oleh status quo. Pada saat yang sama, mantan kandidat wakil presiden menjelaskan bahwa sebuah merek harus asli dan memiliki karakteristik unik yang membuatnya unik.