Reporter Tribunnews melaporkan di Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. Jakarta COM-Presiden Jokowidodo (Jokowi) mengatakan bahwa karena pandemi, pasar keuangan global saat ini dalam kekacauan dan kepanikan. Dia mengatakan bahwa situasi ini tidak dapat dilawan, tetapi dampaknya diperkirakan tidak akan meningkat. Presiden Bush mengatakan di Bandara Soekarno-Hatta Banten: “Kita tidak bisa melawan kepanikan global, tetapi pemerintah dan otoritas keuangan akan selalu mengikuti dan mengadopsi kebijakan cepat.” Menurut dia, pada Jumat (13/3/2020), keuangan Otoritas Layanan (OJK) memberikan relaksasi. Ini termasuk memberikan banyak insentif.

Baca: Pemerintah merekomendasikan kuncian, dan jumlah pasien yang positif virus korona terus meningkat- “Silakan tanyakan otoritas fiskal negara kita, OJK dan BI,” katanya. Wimboh Santoso, Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meminta investor untuk tidak panik tentang dampak virus korona ini (Covid-19).

Baca: Istri Faisal Harris Jennifer Dunn (Jennifer Dunn) ternyata adalah pejabat yang menceraikan suami pertama — Dia menghadiri rapat koordinasi urusan ekonomi yang dikoordinasikan dengan berbagai kementerian dan komisi. Pernyataan ini dibagikan pada konferensi pers tentang stimulus kedua untuk menangani dampak Covid-19.

“” Kami meminta pengusaha, terutama mereka yang memiliki portofolio investasi di pasar modal (sehingga mereka tidak perlu panik, “kata Wimboh dari kantor Kementerian Urusan Ekonomi,”) (Jumat (13/3/2020) ) Pada sore hari di Jakarta Pusat – ia memastikan bahwa pemerintah akan mengeluarkan kebijakan untuk meminimalkan dampak mahkota pada industri keuangan – kami bekerja keras untuk meminimalkan ini, Wimboh berkata: “OJK dan pasar saham , Jika ada penurunan berikutnya, kami akan mengambil tindakan. “