Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah melalui Departemen Koordinasi Urusan Ekonomi menunjukkan bahwa sepanjang 2019, 285.000 pekerja telah terkena PHK. -Sisiwijono Moegiarso, Menteri Koordinasi Urusan Ekonomi, mengatakan bahwa selain Indonesia, 1,3 juta pekerja mengundurkan diri dan total sekitar 11 juta orang yang menganggur.

“Data PHK 2019 membawa 285.000 orang ke BP Jamsostek untuk jaminan hari tua. Lalu 1,3 juta mengundurkan diri, jika ada hampir 17 juta dan 10 hingga 11 juta tidak bekerja,” katanya di Jasada Rasuna Said pada 2020 Senin, 24 Februari,

Baca: “Pengaruh A.S.” membatalkan status negara berkembang dan Indonesia menghadapi masalah perdagangan

Menurutnya, pemerintah telah merefleksikan dampak ekonomi karena penciptaan lapangan kerja selalu sedikitnya 2 hingga 2,5 juta Pada saat yang sama, pada saat yang sama, milenium sekarang menghadapi tantangan besar, sehingga pemerintah membuat rancangan undang-undang penciptaan lapangan kerja (Ciker). Mengenai seluruh sektor ekonomi, tetapi pada akhirnya ekonomi kita memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja, “kata Susi Villeno.” Adapun, ia menambahkan bahwa masalah kenaikan upah telah menjadi masalah terbesar di Indonesia. Sekalipun kenaikannya besar, itu lebih tinggi dari Kamboja dan Cina.

“Meskipun produktivitasnya tinggi, kami adalah yang terendah seiring kenaikan upah. Ia menyimpulkan:” Tidak ada perbandingan saat ini, dan pemerintah mempromosikan persiapan pra-pekerjaan dan meningkatkan daya saing. “