Jakarta TRIBUNNEWS.COM-perusahaan jasa pengiriman TIKI telah mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi karyawan, kurir dan pelanggan TIKI.

TIKI juga mendesak pelanggannya untuk menggunakan layanan “penjemputan online” untuk menghindari antrian di stan.

Untuk tindakan pencegahan yang dilakukan oleh TIKI di lingkungan operasinya, seperti penyemprotan desinfektan secara teratur di titik penjualan dan gudang operasional.

TIKI juga dapat menyemprotkan disinfektan pada kemasan yang diterima dan dikirim. .

Menyediakan pembersih tangan di semua titik penjualan dan gudang operasional untuk digunakan oleh staf dan pelanggan yang tiba di titik penjualan.

Tidak hanya itu, TIKI juga mengharuskan staf dan kurir untuk tetap bersih dan terus memasuki lingkungan kerja, menggunakan pembersih tangan untuk desinfeksi atau mencuci tangan, dan menggunakan masker lateks dan sarung tangan untuk desinfeksi saat menerima dan mengirim kemasan.

Dengan melakukan pengukuran suhu dan memulangkan karyawan atau kurir lebih dari 40 kg, kami dapat memastikan bahwa karyawan dan kurir TIKI memiliki suhu tubuh yang sehat dan normal dan dapat beristirahat.

Selama proses transportasi, staf atau kurir TIKI harus menjaga jarak aman dari pelanggan.

Ahmad Kurtubi, direktur senior pemasaran dan penjualan di TIKI, mengatakan bahwa permintaan untuk pengiriman telah meningkat baru-baru ini. Dan diharapkan akan terus meningkat, terutama dalam hal permintaan untuk peralatan medis, masker dan desinfektan, obat-obatan dan permintaan.

“Oleh karena itu, kami dengan tegas menjaga ketersediaan karyawan dan kurir kami untuk dapat memberikan layanan yang maksimal dan memastikan bahwa pemerintah akan mencegah Covid-19 menyebar dan mematuhi peraturan pemerintah yang diterapkan di setiap wilayah. Kebersihan dan keamanan paket pengiriman pelanggan. 4/2020).