Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perindustrian mengusulkan untuk memberikan insentif pajak, non-pajak, dan moneter kepada industri otomotif untuk meningkatkan antusiasme bisnis selama pandemi Covid-19.

Direktur Industri Kelautan, Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian Putu July Ardika mengatakan bahwa Kementerian Perindustrian telah memastikan penyediaan suku cadang yang aman. “” Meskipun beberapa produsen mobil telah berhenti produksi karena Covid-19, kami telah memastikan ketersediaan produk dan suku cadang otomotif sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan luar negeri. “Ekspor,” kata Putu. Resmi, Rabu (8 April 2020) .——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— Kasus 8 April 196 Aktif, 1.083 PDP, 11.564 ODP

Secara rinci, stimulus fiskal mengambil bentuk pajak penghasilan / klausul relaksasi 21, 22, 25 untuk jangka waktu enam bulan, dan pengembalian insentif / PPN dipercepat berdasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan No. 23/2020, yang berlaku selama enam bulan dan juga mengatur pengurangan tarif impor. – Menteri Perindustrian juga mengirim surat kepada Menteri Keuangan mengenai tarif yang diusulkan, yang terkait dengan volume kedua langkah-langkah stimulus, untuk menghindari bea masuk berdasarkan kerangka kerja peraturan Covid-19. – “Sebagai bagian dari rencana, langkah-langkah stimulus non-keuangan diberikan untuk menyederhanakan atau mengurangi ekspor dan impor bahan baku dan mempercepat proses ekspor-impor pedagang terkemuka dan menyederhanakan proses impor dan ekspor melalui NLE (National Logistics Ecosystem)”, Putu Pak berkata. Langkah-langkah stimulus moneter didasarkan pada Peraturan OJK No. 11 tahun 2020, yang melibatkan langkah-langkah stimulus ekonomi nasional sebagai kebijakan kontra-siklus untuk dampak penyakit virus korona 2019 (Covid-19) dan program jaminan relaksasi BP Jamsostek. -Serangkaian rencana stimulus ekonomi untuk sektor industri, termasuk industri otomotif, telah memasuki fase pertama dan kedua dari rencana stimulus, sehingga memberikan peluang untuk mengimplementasikan rencana stimulus baru. Selain itu, sehubungan dengan fase kedua dari rencana stimulus, Menteri Perindustrian mengusulkan untuk memberikan keringanan tarif impor kepada industri otomotif. -Menurut surat dari Menteri Perindustrian, direkomendasikan untuk memberikan bebas bea impor untuk 593 produk tarif, yang dibagi menjadi 27 kelompok industri. -Dalam industri trailer dari industri otomotif, trailer dan produk setengah jadi, diusulkan proposal tarif.Nilai impor dari April 2020 hingga September 2020 adalah US $ 6,3217 juta, dengan potensi kerugian Rp 924 miliar.