Reporter Tribunnews melaporkan di Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. Airlangga Hartarto, menteri koordinasi kantor berita-ekonomi Jakarta, mengatakan kenaikan biaya BPJS bertujuan menjaga layanan kesehatan BPJS tetap berkelanjutan.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menaikkan tingkat pembayaran BPJS Kesehatan. Peningkatan jumlah tersebut dimasukkan dalam revisi kedua Perpres No. 64 tahun 2020 tentang Perpres asuransi kesehatan No. 82 tahun 2018. -Meningkatkan kontribusi peserta independen Klasifikasi Wiraswasta (PBPU) Airlangga mengatakan: “Apa yang terkait dengan BPJS konsisten dengan konten yang diterbitkan, tentu saja, untuk menjaga keberlanjutan Kesehatan BPJS.” Pada hari Rabu (13/05 / 2020) pada konferensi video.

Baca: Masa puncak kendaraan yang meninggalkan Jakarta akan terjadi pada D-3 Lebaran pada 21 Mei 2020

Menurutnya, BPJS disubsidi oleh pemerintah, yang lain tidak. Untuk sumbangan BPJS yang tidak disubsidi, pemerintah berharap untuk memastikan keberlanjutan operasi BPJS.

Baca: Perhatikan bahwa ular sekali lagi memasuki situs pemukiman: Sanca Kembang setinggi 2 meter muncul di atap rumah warga Cibaduyut

“BPJS Kesehatan selalu memiliki dua angka 1, ada kelompok masyarakat mendapat subsidi, dan ada yang Orang yang membayar iuran akan dikurangkan dari iuran, tetapi subsidi pemerintah percaya bahwa keseluruhan operasi BPJS diperlukan.

Baca: Waspadai kemacetan lalu lintas di jalan tol setelah pergi ke Fitri Idul, berikut ini adalah informasi terperinci – – Dalam Peraturan Presiden yang ditandatangani pada hari Selasa (5 Mei 2020), ada uraian terperinci tentang sumbangan BPJS, yaitu:

1. Donasi dari peserta Kelas I yang independen meningkat dari Rs 80.000 menjadi Rs 150.000.- — 2. Biaya peserta kategori II independen meningkat dari 51.000 rupee saat ini menjadi 100.000 rupee.

3. Biaya peserta kategori III independen meningkat dari 25.500 rupee menjadi 42.000 rupee. Namun, pemerintah menyediakan 16.500 Subsidi rupee India, sehingga jumlah yang dibayarkan tidak akan berubah.

Pada 2021, subsidi pemerintah hanya 7.000 rupiah, sehingga peserta harus membayar 35.000 rupiah.