Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Karena prevalensi virus korona, Administrasi Layanan Keuangan (OJK) sementara waktu melarang pemindahan mobil atau kendaraan dari perusahaan penyewaan atau agen penagihan. Presiden Indonesia Joko Widodo pada Selasa (24 Maret 2020) berjanji untuk memaafkan kredit pekerja informal, seperti pengemudi ojek, pengemudi taksi dan nelayan, untuk membayar kembali pinjaman kendaraan. Tarik objek sewaan dengan keras. Tentu saja, masalah ini harus ditangani dengan bijak.

Menjadi jelas tentang bagaimana ini ditangani.

1. Klarifikasi masyarakat

Sebelum peristiwa penarikan terjadi, Anda harus mengklarifikasi perusahaan leasing yang terkait dengan situasi keuangan Anda. Terutama karena situasi keuangan Anda memburuk sejak virus korona menyebar dan mengikis pendapatan harian.

Baca: Singapura berduka atas kepergian ibu Presiden Cove

Baca: Orang-orang terlihat sehat tanpa gejala dan dapat menyebar Covid-19 Plus Massive, tetap di rumah

“Dia berharap untuk berbagi Lessor rumah terdekat menghubungi kantor untuk menemukan perjanjian, termasuk menjadwal ulang waktu pembayaran, “kata OJK dalam sebuah pernyataan, Kamis (26/3/2020). -Cobalah untuk menunda pembayaran. Tawaran dapat diajukan melalui email atau melalui situs web yang dibuat oleh bank atau online melalui leasing. Orang-orang di sekitar Anda mencegah penyebaran virus.

Baca: Berita: Pemprov DKI Jakarta sedang menyiapkan hotel untuk dikelola staf medis Covid-19

Penyerahan juga sangat penting, jadi jika ada bukti yang menunjukkan bahwa tindakan hukum dapat diambil untuk prosedur penarikan kendaraan sewaan, masih bisa Polisi mengambil tindakan hukum bersama. Termasuk penagih utang yang memaksa Anda untuk menarik motor.