Reporter Tribunnews.com, laporan Hari Darmawan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan bahwa pihaknya menyediakan layanan untuk 131.683 penumpang selama transportasi Lebaran,

D Menurut data, ada 74.846 kendaraan telah dilayani, termasuk 45.131 truk logistik.

Baca: Mercedes-Benz meluncurkan facelift E-Class

Direktur Jenderal Ferry PT ASDP Indonesia Imelda Alini mengatakan bahwa transportasi Idul Fitri sendiri dimulai dari Minggu (5) / 17) / 2020) hingga Senin (22/5/2020), dan ini berjalan dengan lancar, aman dan terus menerapkan perjanjian kesehatan yang ketat.

Menurut Imelda, kegiatan lintas batas di 9 trek dari D-7 hingga hari kedua Idul Fitri relatif stabil dipantau.

“Ini juga sesuai dengan prediksi kami, Imelda mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (28 Mei 2020):” Ketika pemerintah menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB) untuk memecahkan Covid-19 Rantai distribusi, yang berdampak pada pengurangan likuiditas. Dia menambahkan bahwa jumlah penumpang yang melintasi 9 lajur ini telah menurun sebesar 94,47% dibandingkan dengan 2380124 orang tahun lalu. Imelda mengatakan: “Kemudian jumlah total kendaraan ini menurun 86,49% dari tahun lalu menjadi 553.817 kendaraan. “Transportasi logistik dan penumpang khusus telah diverifikasi oleh gugus tugas Covid-19.

” Di antara truk logistik yang beroperasi, ada 9 jalur yang melintasi 45.131 kendaraan, meningkat 50% dan 56% 29.975 unit dari periode yang sama tahun lalu. “Kata Imelda.

Pada saat yang sama, setelah Imelda kembali dari Lebaran, dia terus mendesak pengguna layanan untuk tidak melakukan perjalanan dengan kapal feri terlebih dahulu, terutama bagi mereka yang ingin kembali ke Jawa (Jawa). ), khususnya Jakarta, sekarang merupakan pusat gempa terbesar Covid-19.

Baca: Kementerian Komunikasi dan Informasi: Pemerintah tidak dapat bergaul dengan sistem platform digital

“Kami membutuhkan Pengguna layanan yang dilewati kemarin abstain dan mengembalikan Jawa (terutama Jakarta) ke Jawa sehingga pandemi Covid-19 akan segera berakhir dan kami dapat melanjutkan aktivitas normal, “kata Imelda. Imelda mengatakan.