Seorang wartawan Tribunnews melaporkan bahwa Tritriunnews.com (Tritriunnews.com), Badan Anggaran Parlemen Jakarta-Indonesia (Bangladesh) mengusulkan agar Bank Sentral Indonesia (BI) mencetak 600 triliun rupiah sebagai tanggapan terhadap dampak korona Advanced Virology. Faisal Basri menunjukkan bahwa pro dan kontra dari pandemi virus (Covid-19) adalah konstan.

Dia pikir proposal itu cukup berisiko. Bahkan, kebijakan moneter yang dicetak telah digunakan dalam pesanan lama.

Tapi yang terjadi pada saat itu adalah inflasi, yang berdampak negatif pada perekonomian nasional. — Baca: Dahlan Iskan telah kembali ke proposal untuk mencetak uang, dan berbagi jatah tidak mudah. . .

Demikian pula, negara-negara lain yang membantu menerapkan kebijakan pada akhirnya mengarah pada “solusi” yang buruk.

“Mata uang yang dicetak adalah pilihan dari pesanan lama dan berbagai negara,” kata pada kesempatan ini.

Selain itu, Faisal juga melihat niat untuk mendapatkan posisi politisi dalam pekerjaan pencetakan uang yang diusulkan.

“Ini karena negara ini dikelola oleh politisi, mereka memiliki kepemimpinan untuk berjalan hingga 5 tahun, dan kemudian dipilih kembali, sehingga prospeknya sangat sempit.

Dia menegaskan kembali bahwa jika proposal disetujui, Akan merupakan moral hazard atau moral hazard.