Laporan dari reporter Tribunnews.com Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM Jakarta-PT Indonesia Kereta Api (KAI) telah terpilih sebagai 100 merek paling berharga di Indonesia oleh Brand Finance pada tahun 2020. Dan pada hari Selasa, 30 Juni 2020, kerja sama antara Majalah SWA dan Keuangan Merek Indonesia telah hampir merealisasikan peluang untuk memperkuat merek di era normal baru.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua karyawan kami karena memasukkan KAI dalam Presiden dan Direktur KAI Didiek Hartantyo dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (1/7/2020), dengan mengatakan:” 100 merek termahal di Indonesia. Kami akan semakin didorong untuk meningkatkan peringkat kami di masa depan.

Didiek mengatakan bahwa tahun ini, dengan asumsi nilai tukar Rp 14390, KAI terdaftar untuk pertama kalinya dan peringkat ke-22 dalam hal nilai merek atau nilai merek US $ 342 juta atau 4,9 triliun rupiah. Misalnya, KAI akan memimpin berbagai inovasi, Termasuk integrasi mil pertama dan mil terakhir melintasi model.

Baca: PT KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 3 kereta jarak jauh sesuai dengan jadwal dan kondisi keberangkatan

“Integrasi akan memfasilitasi tugas penumpang karena dapat melewati Cara-cara berikut untuk memesan aplikasi KAI Access untuk transportasi ke dan dari stasiun dan terhubung langsung ke platform pembayaran, “kata Didiek.

Baca: Insinyur yang paling terkemuka ini bangga menjadi karyawan PT KAI dalam hal gaji populer – “Kami akan menyediakan layanan ujung ke ujung dalam cara yang kolaboratif dan proaktif. Ini bertepatan dengan visi KAI untuk menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik di Indonesia. Didiek menambahkan.

Membaca: Kisah Wawan Setiawan, kebiasaannya telah berubah sejak pandemi, dan status keseluruhan insinyur kereta api telah berubah. Selain itu, Didierk mengatakan bahwa aplikasi KAI Access juga akan memiliki Inovasi lainnya. Selain memesan, penumpang juga dapat memesan di kereta. Kemudian mereka dapat mengambil barang di stasiun tujuan, yang menghemat waktu dan energi. Didik mengatakan: “Tentu saja kami akan terus mengikuti tata kelola perusahaan yang baik (GCG) Operasikan, mainkan peran aktif, kelola pemangku kepentingan, manajer dan budaya, pertahankan layanan berkualitas dan pertahankan kualitas kinerja keuangan KAI, yang akan terus tumbuh seiring waktu. “.