Wartawan Tribunnews Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM Ekonom Jakarta-INDEF Bhima Yudhistira mengevaluasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2020, yang hanya 2,97% dari tahun itu (tahun-ke-tahun), yang merupakan pertanda buruk. – Dibandingkan dengan kuartal keempat tahun 2019 (4,97% per tahun (lebih dari satu tahun)), jumlah ini telah melambat secara signifikan.

“Pertumbuhan kurang dari 3% adalah indikator yang buruk,” kata Bhima. , Di Tribunnews, Kamis (5 Mei 2020) siang. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang melambat tidak hanya disebabkan oleh pandemi coronavirus (Covid-19), tetapi juga karena faktor lain yang memicu penyakit sebelumnya. Mahkota tidak diumumkan sampai Maret. Untuk mencegah penyebaran pandemi ini, penetapan kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) baru dimulai pada bulan April, atau memasuki kuartal kedua. PSIA mulai berlaku di Jakarta pada bulan April atau kuartal kedua di bulan Maret, yang berarti bahwa pandemi hanya mencapai kuartal pertama di Indonesia akhir, dan pertumbuhan ekonominya sangat lemah, “kata Bhima.

Karena itu, ia mengevaluasi Indonesia Penurunan pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh faktor-faktor lain beberapa tahun yang lalu.

“” Hanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan ekonomi yang tajam, tetapi dalam tiga tahun terakhir, ada faktor sisi permintaan.